Jumat, 25 September 2015

Apa yang Terjadi Jika Rupiah Tembus 15.000 ?

Apa yang Terjadi Jika Rupiah Tembus 15.000 ?

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Analis dari LBP Enterprise Lucky Bayu Purnomo mengatakan, jika rupiah tembus ke angka 15.000 per dolar akan ada banyak bank yang terancam kolaps. Menurutnya,  stress test yang menunjukkan bank masih bisa bertahan di level  rupiah 16.000 per dolar AS itu hanya berlaku untuk bank-bank besar.

“Aman untuk bank besar, untuk yang kecil  15.000 itu sudah lampu kuning, 16.000 lampu merah,” katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 24 September 2015.

Dari sisi fiskal, kata Lucky, lemahnya kurs rupiah yang nyaris menuju level  15.000 per dolar AS saat ini berdampak pada peningkatan nilai kredit bermasalah (NPL) bank. Sementara dalam aspek moneter berdampak pada semakin tingginya angka inflasi. “Perlambatan ekonomi akan semakin menjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Group Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS) Moch. Doddy Ariefianto menyampaikan bahwa perbankan Indonesia masih terkendali  meskipun kurs rupiah mencapai 18 ribu per dolar AS. Hal ini, kata Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan dapat dilihat dari rasio kecukupan modal (CAR)bank tahun ini yang mencapai 20 persen.

Fauzi mengatakan, sampai saat ini tidak ada indikasi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk mengalihkan bank umum yang gagal kepada LPS. "Keadaan relatif aman," katanya saat ditemui pada Rabu, 9 September 2015.

Sumber : http://bisnis.tempo.co/

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.