Senin, 07 September 2015

Aussie Rebound Ditengah Penguatan Saham China Tingkatkan Sentimen Risiko

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar Australia rebound dari enam tahun terakhir versus greenback ditengah meningkatnya saham China pasca libur akhir pekan yang diperpanjang.

Aussie menguat terhadap mata uang utama hari Senin setelah sebelumnya jatuh menjadi 68,96 sen AS, ini merupakan level yang tidak terlihat sejak April 2009 silam. Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan mengatakan saham-saham lokal dan yuan yang stabil dalam sebuah pernyataan hari Sabtu. Kejutan devaluasi mata uang bank sentral pada 11 Agustus memicu gejolak yang menghapus lebih dari $ 8 triliun dari nilai ekuitas di seluruh dunia. Yen jatuh terhadap dolar menyusul kenaikan mingguan tertajamnya di tahun ini.



Dolar Australia menguat 0,5% menjadi 69,40 sen per 10:50 pagi di Tokyo dari Jumat, ketika merosot 1,6%. Yen melemah 0,4% menjadi 119,49 per dolar, menyusul lonjakan sebesar 2,3% pekan lalu. Tergelincir 0,4% menjadi 133,22 per euro. Sekitar 15 saham naik untuk setiap satu saham yang jatuh pada Indeks Shanghai Compositee, yang naik 1%. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1,8% dari level terendah dua tahun.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.