RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Harga emas
turun 1 persen pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat
(AS) menguat dipicu ekspektasi baru bahwa Bank Sentral AS atau Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam hampir
satu dekade.
Dilansir dari Reuters, Rabu (23/9/2015), harga emas gagal
mempertahankan keuntungan setelah seorang pejabat Fed menekankan bahwa
kenaikan suku bunga AS tidak batal, tapi hanya ditunda.
Harga emas di pasar spot
turun 0,7 persen menjadi US$ 1.125,22 per ounce, sementara emas
berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,7 persen menjadi US$
1.124,8 per ounce.
Platinum meluncur paling dalam di antara logam mulia lainnya yaitu turun lebih dari 3 persen ke level terendah 6,5 tahun. Beberapa pedagang mengutip berita pemalsuan uji emisi kendaraan Volkswagen dapat mempengaruhi 11 juta mobil di seluruh dunia. Platinum digunakan dalam katalis diesel.
Harga platinum turun 3,4 persen menjadi US$ 932,75 per ounce, setelah jatuh ke terendah sejak Januari 2009 di US$ 929,50.
Platinum meluncur paling dalam di antara logam mulia lainnya yaitu turun lebih dari 3 persen ke level terendah 6,5 tahun. Beberapa pedagang mengutip berita pemalsuan uji emisi kendaraan Volkswagen dapat mempengaruhi 11 juta mobil di seluruh dunia. Platinum digunakan dalam katalis diesel.
Harga platinum turun 3,4 persen menjadi US$ 932,75 per ounce, setelah jatuh ke terendah sejak Januari 2009 di US$ 929,50.
Harga komoditas jatuh level terendah dalam dua minggu, saham turun
tajam dan imbal hasil obligasi menurun. Emas tidak dipandang sebagai
aset safe haven, tapi ditekan karena dolar AS menguat ke posisi tertinggi hampir dua minggu.
"Emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat didasarkan pada keyakinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini, mungkin Oktober," kata Dan Heckman, Konsultan Investasi Senior dari US Bank Wealth Management di Kansas City.
Tak hanya emas dan platinum, harga spot paladium turun 0,6 persen menjadi US$ 607,47 per ounce dan perak turun 2,6 persen ke level US$ 14,77 per ounce. (Ndw/Igw)
"Emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat didasarkan pada keyakinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini, mungkin Oktober," kata Dan Heckman, Konsultan Investasi Senior dari US Bank Wealth Management di Kansas City.
Tak hanya emas dan platinum, harga spot paladium turun 0,6 persen menjadi US$ 607,47 per ounce dan perak turun 2,6 persen ke level US$ 14,77 per ounce. (Ndw/Igw)
Sumber : http://bisnis.liputan6.com







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.