Jumat, 11 September 2015

Dolar Mendekati Level Terendah Dalam Sepekan; Kiwi Merangkak Naik


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar mendekati level terendah lebih dari sepekan terakhir terhadap rekan-rekan utama terkait keraguan Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga yang direncanakan pekan depan akan diperkuat oleh perkiraan laporan yang menunjukkan penurunan harga produsen dan sentimen konsumen.

Mata uang AS telah jatuh terhadap 13 dari 16 mata uang utama pekan ini karena fokus ekonom terbagi apakah para otoritas akan mengubah acuan pada 17 September, sementara dana berjangka mengindikasikan kesempatan kurang dari sepertiga dari pergerakannya. Dolar Australia ditetapkan untuk naik tajam dalam dua tahun terakhir ditengah berkurangnya spekulasi bank sentral yang akan memangkas suku bunga rendah pada akhir tahun. Mata uang Selandia Baru naik pada Jumat setelah indeks manufaktur menunjukkan percepatan pertumbuhan pada bulan Agustus.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, berada di level 1,206.29 pada 09:45 pagi di Tokyo, turun 0,6% minggu ini. Indeks tersebut menyentuh 1,204.18 kemarin, level terendah sejak 1 September

Greenback sedikit berubah pada $ 1,1277 per euro, 1,1% lebih rendah pada pekan ini. Ini naik 0,2% menjadi ¥120,85  setelah naik 1,5%sejak 4 September.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.