Rabu, 23 September 2015

Dollar Menguat ke Level Dua Minggu Tertinggi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Indeks dolar naik ke level tertinggi dalam dua minggu seiring Presiden Federal Reserve Atlanta Dennis Lockhart mengatakan bahwa dia nyaman dengan bank sentral menaikkan suku bunga tahun ini dan menyusul saham Asia memperpanjang penurunan global. 


Greenback menguat terhadap semua kecuali dua dari 16 mata uang pasangan utamanya seiring  jatuhnya komoditas mendorong permintaan untuk aset yang lebih aman. Pacific Investment Management Co, rumah untuk dana obligasi aktif terbesar di dunia, mengatakan akan mempertahankan posisi taruhan pada dolar yang lebih kuat dengan pertumbuhan AS yang kuat dan prospek pengetatan kebijakan moneter. 

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengikuti jejak mata uang terhadap 10 mata uang pasangan utamanya, naik 0,1 persen ke level 1,214.19 pada pukul 9:35 pagi waktu Singapura setelah naik ke level 1,214.79, yang mana merupakan level tertinggi sejak 7 September. Dolar terapresiasi 0,1 persen ke level ¥ 120,22 dan kurang dari 0,1 persen ke level $ 1,1117 per euro. 

Lockhart mengatakan bahwa ia bersama dengan mayoritas Komite Pasar Terbuka Federal minggu lalu memilih untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol karena ia tidak ingin pengetatan kebijakan moneter di dalam "the teeth volatility. (sdm)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.