Rabu, 09 September 2015

Ekuitas Dan Komoditi Reli, Minyak Rebound Dari Terendahnya Sepekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak rebound dari harga terendahnya dalam seminggu di tengah reli pada komoditas, ekuitas dan mata uang pasar negara berkembang. Minyak berjangka naik sebesar 0,7 persen di New York. Saham Asia naik, dipimpin oleh kenaikan terbesar saham Jepang dalam 10 bulan terakhir,  sementara pasar negara berkembang dan komoditas-produsen mata uang menguat pada optimisme bahwa China dapat menstabilkan pasar keuangannya. Indeks Bloomberg Commodity dari 22 bahan baku termasuk minyak dan logam siap untuk penutupan tertingginya bulan ini.


Minyak mempertahankan pemulihannya pasca penurunan di bawah $ 40 per barel pada bulan Agustus lalu terkait spekulasi bahwa permintaan China akan didukung oleh tanda-tanda kontra pada melimpahnya pasokan global yang berkepanjangan. Investor didukung oleh Dana Minyak AS  pada pekan lalu di laju tercepatnya sejak didirikan pada tahun 2006 di tengah lonjakan volatilitas.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober berada di $ 46,16 per barel di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 22 sen, pada 12:09 siang  waktu Singapura. Kontrak turun 11 sen menjadi $ 45,94 pada Selasa, penutupan terendahnya sejak 1 Septemberlalu. Volume semua minyak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 33 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga telah turun 13 persen pada tahun ini.(mrv)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.