RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Gelembung pasar saham China tumbuh terus-menerus dari pertengahan Juni lalu sebelum menjalani tiga
kali koreksi, gubernur bank sentral negara itu menjelaskan baru baru
ini pada Kelompok Pertemuan 20 di Turki, menandakan bahwa ekonomi
negaranya sudah kembali normal.
Menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara
G-20 berkumpul di Ankara untuk pertemuan dua hari yang akan berakhir
Sabtu ini. Bank Rakyat China akan merilis komentar dari gubernur, Zhou
Xiaochuan, pada akhir pertemuan nanti. Kebijakan ekonomi China dan tanggapan terhadap
gejolak pasar telah menghadapi kecaman internasional. Meskipun mereka
mengakui adanya gelembung pada ekuitas Cina, Zhou mengatakan bahwa belum
ada dampak penting pada ekonomi riil, kredit tindakan pemerintah yang
tepat. Dia menekankan bahwa serangkaian kebijakan, termasuk bank sentral
menyediakan likuiditas, telah membantu untuk mengurangi risiko
sistemik.
Pasar saham Shanghai melonjak 150% tahun ini yang
mengacu pada 12 Juni lalu Zhou menunjukkan bahwa keseimbangan posisi
daya ungkit (leverage) akan dipercepat selama waktu tersebut, yang dapat
mengakibatkan terdeteksinya peningkatan risiko. Dari tiga koreksi
berikutnya, ia mencatat bahwa yang ketiga pada akhir Agustus lalu lah
yang memiliki dampak global. Zhou juga membahas masalah devaluasi yuan di bulan
lalu, ia mengatakan bahwa itu merupakan langkah penting dalam
menggerakkan mata uang tersebut ke arah market-based
rate. Terkait dolar yang menguat di tengah harapan atas kenaikan suku
bunga AS, Zhou mengatakan bahwa tingkat efektif yuan telah menjadi
terlalu kuat. Namun dengan tidak ada perubahan dalam fundamental ekonomi
China, dia menekankan bahwa tidak ada dasar untuk terus mendevaluasi
yuan dalam jangka panjang.(mrv)
Sumber: Asia Nikkei







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.