RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Harga minyak naik hampir 1 persen pada
hari Kamis (Jumat pagi WIB) ditopang penarikan stok minyak Amerika
Serikat (AS) di titik pengiriman Cushing, Oklahoma.
Dilansir dari Reuters, Jumat (25/9/2015), harga minyak AS
jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik US$ 43 sen, atau hampir
1 persen menjadi US$ 44,91 per barel. Sementara harga minyak Brent
menguat US$ 42 sen, atau 0,9 persen ke level US$ 48,17 per barel.
![]() |
Perusahaan intelijen pasar Genscape memperkirakan adanya penarikan
625 ribu barel minyak mentah AS dari titik pengiriman Cushing, Oklahoma
pada pekan yang berakhir 22 September 2015.
Perkiraan Genscape ini muncul setelah penurunan persediaan 462.000 barel di Cushing dilaporkan pemerintah AS pada pekan lalu.
Tapi aksi jual di pasar saham telah memangkas keuntungan dalam minyak. Indeks S&P 500 anjlok di tengah tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Harga minyak telah turun lebih dari 25 persen kuartal ini. Banyak analis berpikir prospek jangka panjang untuk minyak mentah akan tetap suram akibat menumpuknya persediaan dan melambatnya permintaan melambat lebih lanjut ke musim dingin.
Perkiraan Genscape ini muncul setelah penurunan persediaan 462.000 barel di Cushing dilaporkan pemerintah AS pada pekan lalu.
Tapi aksi jual di pasar saham telah memangkas keuntungan dalam minyak. Indeks S&P 500 anjlok di tengah tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Harga minyak telah turun lebih dari 25 persen kuartal ini. Banyak analis berpikir prospek jangka panjang untuk minyak mentah akan tetap suram akibat menumpuknya persediaan dan melambatnya permintaan melambat lebih lanjut ke musim dingin.
"Kami juga melihat harga minyak akan kembali ke posisi terendah tahun
ini, dengan probabilitas tinggi sekitar 85-90 persen," kata Jim
Ritterbusch, konsultan minyak dari Ritterbusch & Associates di North
Wabash, Chicago.
Pada perdagangan besok, harga minyak berpeluang turun lagi seiring dengan rilis revisi pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II dan laporan data rig minyak di AS.
Pada perdagangan besok, harga minyak berpeluang turun lagi seiring dengan rilis revisi pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II dan laporan data rig minyak di AS.
Rebound harga minyak akan mengandalkan penurunan jumlah rig
minyak yang dikeluarkan oleh perusahaan industri Baker Hughes yang akan
menunjukkan produksi yang lebih rendah di masa depan. (Ndw/Igw)








0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.