Kamis, 10 September 2015

Indeks Saham Berjangka China Melemah Jelang Rislis Data Inflasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Indeks saham berjangka China turun sebelum dirilisnya data inflasi. Kontrak pada indeks CSI 300 yang akan berakhir pada bulan September ini turun 1 persen pada pukul 9:15 pagi waktu setempat yaitu pada volume 97 persen di bawah rata-rata 30-harinya untuk hari . Penurunan harga produsen mungkin dipercepat pada bulan Agustus lalu, dengan para ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan penurunan sebesar 5,6 persen, sementara harga konsumen mungkin telah meningkat sebesar 1,8 persen. Data tersebut dijadwalkan untuk pukul  9:30 pagi di Beijing. 

Indeks Shanghai Composite naik sebesar 5,3 persen dalam dua hari terakhir dengan ekspektasi bahwa pemerintah akan mempercepat pengeluaran fiskal untuk memulai peningkatan pemulihan pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Para pedagang meningkatkan kepemilikan saham yang dibeli dengan uang pinjaman pada Rabu, dengan saldo utang marjin di Bursa Efek Shanghai naik 1,5 persen menjadi 622.3 miliar yuan ($ 96 miliar). 

Indeks Hang Seng naik 4,1 persen di Hong Kong pada hari Rabu, dengan indeks Hang Seng China Enterprises naik sebesar 5,2 persen, atau merupakan yang terbesar sejak April 8 lalu.  Indeks ekuitas Bloomberg China-AS naik 0,9 persen.(mrv)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.