Senin, 28 September 2015

Laba Industri Cina Jatuh Menyusul Gejolak Ekonomi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Laba perusahaan industri China menurun paling dalam setidaknya dalam empat tahun, hal itu menjadi tanda terbaru bahwa pertumbuhan negara ini sedang melambat atau goyah. 


Laba industri jatuh 8,8 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Nasional mengatakan hari Senin di Beijing. Ini merupakan penurunan terbesar sejak pemerintah mulai merilis data bulanan pada Mei 2011, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. 

Laba di bidang pertambangan batubara anjlok 64,9 persen, sementara Laba minyak dan gas jatuh 67,3 persen, menurut laporan tersebut. Shanghai Composite Index turun 1 persen, menuju level terendah sejak 15 September.

Penurunan ini disebabkan penurunan harga produk, hasil investasi yang lebih rendah dan kontribusi rugi kurs, He Ping, seorang pejabat di Biro Statistik Nasional, mengatakan dalam sebuah analisis di suatu website. (sdm)
Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.