RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak
bertahan di dekat $ 45 per barel karena produksi minyak AS meningkat
untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu dan setelah kilang minyak
memangkas kapasitas operasi yang merupakan terbesar sejak bulan Januari.
Minyak
berjangka naik sebanyak 1,1% di New York, pemangkasan penurunan hari
Rabu 4,1%. Output naik 19.000 barel per hari menjadi 9.140.000 per hari
karena pemanfaatan kilang minyak turun 2,2 poin persentase, menurut
laporan dari Energy Information Administration (EIA).
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan negaranya berusaha untuk
menstabilkan harga dengan kerjasama dari anggota OPEC lainnya.
Minyak
turun lebih dari 25% dari puncak penutupan tahun ini pada bulan Juni di
tengah spekulasi berlimpahnya pasokan global yang mendorong harga ke
level terendah enam tahun akan berkepanjangan. Stok minyak mentah AS
tetap berada di dekat 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun
musiman, bahkan setelah turun untuk minggu kedua hingga tanggal 18
September, menurut data EIA.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)
untuk pengiriman November naik sebanyak 47 sen menjadi $ 44,95 per
barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 44,92 pada
pukul 11:34 pagi waktu Sydney. Kontrak turun 4,1% ke level $ 44,48 pada
hari Rabu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 40%
di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 16% tahun ini.
Minyak Brent untuk
pengiriman November 38 sen lebih tinggi di level $ 48,13 per barel di
bursa ICE Futures Europe exchange, London. Kontrak kehilangan $ 1,33
menjadi $ 47,75 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan
lebih tinggi $ 3,22 dari WTI.(frk)
Sumber: Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.