Kamis, 10 September 2015

Minyak Tahan Penurunan Di Bawah Level $ 45 Per Barel

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -Minyak diselenggarakan di bawah $ 45 per barel menjelang rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah diperluas untuk pekan keduanya di Negara dengan konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 3,9% kemarin. Persediaan mungkin meningkat sebanyak 900.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Kamis dari Administrasi Informasi Energi. EIA mengurangi proyeksi permintaan global untuk produk minyak bumi pada 2016, mengutip perlambatan ekonomi di Asia, menurut sebuah laporan terpisah.


Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober di level $ 44,13 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 2 sen, pada 10:57 pagi waktu Sydney. Kontrak turun ke level $ 1,79 menjadi $ 44,15 kemarin, yang merupakan level penutupan terendah sejak 27 Agustus. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 41% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah menurun 17% di tahun ini.

Jenis Brent untuk pengiriman Oktober adalah 4 sen lebih rendah pada level $ 47,54 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Turun $ 1,94, atau 3,9%, ke level $ 47,58 pada hari Rabu. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 3,40 dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.