Kamis, 10 September 2015

Saham China Turun Seiring Melemahnya Harga Produsen Ke Level Terendah


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Saham China turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah harga produsen mengalami penurunan terburuk dalam enam tahun terakhir. Indeks Shanghai Composite turun 1,1 persen menjadi 3,206.16 pada 09:35 pagi waktu setempat, hentikan kenaikan dua harinya sebesar 5,3 persen. Sekitar 10 saham turun untuk setiap satu saham yang naik. Indeks harga produsen turun 5,9 persen pada Agustus lalu, memperburuk penurunan ke 42 bulan, sementara harga konsumen naik 2 persen, dan berada pada laju tercepat dalam setahun.

Deflasi pabrik mendorong biaya pinjaman yang nyata bagi sektor industri, pembuat tantangan karena prospek pertumbuhan meredup. Indeks Shanghai Composite mengalami penurunan sebesar 39 persen dari tertingginya di bulan Juni untuk menghapus $ 5 triliun nilai pada bursa daratan karena berkurangnya daya ungkit investor di tengah tanda-tanda berlanjutnya perlambatan padaperekonomian.

Indeks Hang Seng merosot 2,3 persen di Hong Kong, dengan indeks Hang Seng China Enterprises melemah 2,7 persen. Indeks CSI 300 turun 1,1 persen, dipimpin oleh sektor teknologi dan perusahaan industri.

Kampanye China untuk mengakhiri pelemahan ekuitas membawa investor menjauh dari industri broker. Bukannya  mendapatkan manfaat dari upaya pemerintah untuk menopang pasar, justru saham terdaftar di Hong Kong dari Citic Securities Co, Haitong Securities Co dan China Galaxy Securities Co telah mengalami penurunan dua kali lebih cepat secepat indeks acuan sejak awal Juli lalu. Tidak hanya broker yang dipaksa untuk membayar sebagian dari RUU Penyelamatan, mereka juga terkena dampak turunnya volume terkait  pembuat kebijakan yang membatasi perdagangan spekulatif.

Saham Citic Securities turun 2,4 persen, sementara Haitong Securities menurun 2,7 persen. China mungkin akan menunda pembukaan dari penjualan saham link Shenzhen sampai tahun depan terkait fokus pemerintah pada upaya menstabilkan harga saham daratan di tengah aksi selloff, menurut 10 dari 13 responden dalam survei Bloomberg. Sisanya diprediksi akan melakukan pergerakan pada akhir tahun.

Pedagang meningkatkan kepemilikan saham yang dibeli dengan uang pinjaman pada Rabu, dengan saldo utang marjin di Bursa Efek Shanghai naik 1,5 persen menjadi 622.3 miliar yuan ($ 96 miliar).(mrv)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.