Rabu, 09 September 2015

Saham Hong Kong Catat Penguatan Terbesar Sejak Desember 2011

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Bursa Hong Kong menguat tajam untuk hari kedua pada Rabu, dengan indeks Hang Seng acuan catat penguata satu hari terbesar dalam hampir empat tahun terakhir. Indeks Hang Seng naik sebesar 4,1 persen, ke level 22,131.31, sementara indeks China Enterprises, yang melacak saham perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di Hong Kong, melonjak sebesar 5,2 persen, ke level 9,975.53. 


Itu kenaikan terbesar indeks HSI sejak 1 Desember 2011 lalu. Analis mengatakan bahwa setelah kemerosotan indeks Hang Seng hampir 30 persen dari level tertingginya bulan April lalu, tingkat valuasi yang relatif rendah yang menarik bargain hunter, rebound juga dibantu oleh investor yang melakukan aksi short-sell untuk menutup posisi pendek untuk menghindari kerugian. 

Sentimen investor juga dibantu oleh tanda-tanda bahwa upaya China untuk membendung penurunan lebih lanjut pada bursa saham, mendorong saham China naik hari kedua berturut-turut. Bursa Hong Kong naik di seluruh papan, dengan volume transaksi HSI juga pulih, tiga kali lipat dari yang dari Selasa. Saham Cheung Kong Infrastructure Holdings Ltd (CKI) melonjak 4,2 persen, pasca anak perusahaan dari kerajaan bisnis miliarder Li Ka-shing, pada Selasa menawar untuk membeli semua saham yang tidak lagi milik utilitas Hong Kong Aset Power Holdings Ltd senilai $11.6 miliar. Saham Power Assets melonjak sebesar 5,8 persen. (izr)
 
Sumber: Reuters

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.