Selasa, 03 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - INKA Bangun Pabrik Baru, Rini: Banyak Negara Pesan KA Buatan RI





PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi lokasi proyek pembangunan workshop/pabrik kereta api milik  PT INKA (Persero) di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/7/2018). Sebelumnya Rini mendatangi petani kopi rakyat di Jember.

PT INKA saat ini sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka mendukung program pengembangan industri perkerataapian nasional. Juga menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri.

Pabrik yang memanfaatkan lahan seluas 84 hektare juga merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII. Pabrik modern ini diharapkan akan menjadi workshop perakitan sarana kereta api baru kedua setelah workshop yang ada di Madiun.

Rini berharap pembangunan pabrik baru ini berjalan lancar dan bisa selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Pembangunan pabrik ini menjadi bukti bahwa industri perkerataapian nasional mampu menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri.

“Saya bangga PT INKA terus mengembangkan bisnisnya, banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Saya akan terus memantau dan memastikan pelaksanaan pembangunan proyek ini,” kata Menteri Rini di sela-sela kunjungannya.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun untuk pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel. Proses pembangunan tahap 1 direncanakan mulai akhir 2018 dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020. “Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp1,6 triliun,” ujarnya.

Menurut Budi, kedekatan lokasi workshop dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III ini nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut. Baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa.

PT INKA mencatat kontribusi penjualan ekspor perseroan meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini tercermin dalam nilai kontrak penjualan ekspor tercatat sebesar Rp850 miliar pada 2015 dan meningkat menjadi Rp1,33 triliun di 2017. Sementara negara-negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia, dan Filipina.

Selain mendukung perkembangan bisnis PT INKA, berdirinya workshop ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perindustrian di Kabupaten Banyuwangi. Termasuk perekonomian bagi masyarakat di sekitarnya.


Sumber : https://ekbis.sindonews.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.