Rabu, 11 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pemerintah AS Berambisi untuk Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melihat adanya potensi untuk menngkatkan produksi minyak mereka, menjadi 11,8 juta barrel per hari pada 2019.

Sebelumnya, estimasi produksi minyak mereka berada pada kisaran 11,76 juta barrel per hari pada bulan Juni lalu. 

Administrator Energy Information Administration (EIA) AS Linda Capuano megatakan, mereka telah memrediksi rata-rata produksi minyak AS dapat meningkat hingga 12 juta barrel per hari. 

"Jika prediksi ini benar, dapat membuat AS memimpin sebagai produsen minyak terbesar di dunia," ujar Linda.

Sebelumnya, produksi minyak AS telah berada pada kisaran 10 juta barrel per hari sejak Februari lalu. 

Di sisi lain, Arab Saudi mengatakan kepada OPEC bahwa mereka akan meningkatkan produksi minyak menjadi 10,5 juta barrel per hari bulan lalu untuk menyeimbangi lonjakan harga-harga minyak dunia. 

Perkiraan produksi minyak oleh EIA sebesar 10,8 juta barrel per hari tersebut di atas rekor pada 1970 sebesar 9,6 juta per hari. 

Selain itu, ramalan produksi minyak globalnya untuk pada 2019 mendatang dinaikkan menjadi 102,54 juta barel per hari dari perkiraan sebelumnya 102,21 juta per hari. 

Sementara, EIA juga menurunkan perkiraan permintaan global mereka pada 2019 mendatang.


Sumber : https://ekonomi.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.