PT Rifan Financindo Berjangka Solo

PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Pondok Asri Tawangmangu

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing 8 th Anniversary Bersama Back Office-Marketing Di Pondok Asri Tawangmangu, Karanganyar

Jumat, 26 Mei 2017

Rupiah Sesi I Makin Melesat, IHSG Kokoh di Zona Hijau

RIFANFINANCINDO - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan akhir pekan hari ini terus melesat naik, untuk melanjutkan tren positif sejak sesi pembukaan. Penguatan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kokoh pada zona hijau.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada pada posisi Rp13.294/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.309/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.279-Rp13.307/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.289/USD atau menguat dari posisi tengah pekan kemarin pada level Rp13.311/USD. Siang ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.286-Rp13.308/USD.

Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang melanjutkan tren perbaikan di level Rp13.295/USD. Posisi ini membaik dari sebelumnya yang berakhir di level Rp13.330/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.295/USD. Posisi ini menguat dari penutupan sebelum libur yang berada di level Rp13.316/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I masih kokoh pada zona hijau dengan tambahan 11,74 poin atau 0,21% ke posisi 5.715,169, setelah tadi pagi dibuka naik 10,50 poin yang setara dengan 0,18% menjadi 5.713,929. Sedangkan kemarin berakhir ke level 5.703,43 usai kehilangan 27,18 poin atau 0,47%.

Semua sektor saham dalam negeri siang ini secara keseluruhan menguat, dipimpin kenaikan tertinggi pada sektor infrastruktur bertambah 1,73%. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada industri dasar berkurang 0,43% diikuti keuangan yang berkurang 0,06%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,89 miliar dengan 3,75 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp32,91 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,30 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,33 triliun. Tercatat 161 saham naik, 150 turun dan 111 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Siantar Top Tbk. (STTP) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Sedangkan beberapa saham yang tercatat melemah adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).  ( sindonews.com )


Rabu, 24 Mei 2017

Wall Street Menguat Lagi Berkat Rilis Rencana Anggaran Trump

PT RIFAN FINANCINDO - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir kembali menguat setelah adanya rilis rencana anggaran Presiden Donald Trump. Namun kenaikan tersebut diredam oleh penurunan saham discretionary konsumen di tengah melemahnya saham-saham di perusahaan automotif.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/5/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 43,08 poin atau 0,21% menjadi 20.937,91, Indeks S & P 500 menguat 4,4 poin atau 0,18% menjadi 2.398,42 dan Nasdaq Composite bertambah 5,09 poin atau 0,08% menjadi 6.138,71.

Sementara data ekonomi kemarin melemah, investor merasa lega dengan rencana anggaran penuh Trump yang sebagian besar seperti yang diharapkan, bahkan jika tidak diharapkan disetujui di Kongres. "Tidak ada kejutan besar. Pasar senang dengan itu," kata Wade Balliet, Kepala Strategi Investasi di Bank of the West.

Anggaran Trump menyerukan kenaikan belanja infrastruktur dan militer, bersamaan dengan serangkaian pemotongan yang sensitif secara politis, di bidang-bidang seperti program bantuan kesehatan dan makanan, dengan tujuan memotong pengeluaran pemerintah sebesar USD3,6 triliun dan menyeimbangkan anggaran selama dekade berikutnya.

Indeks S & P 500 berakhir di bawah sesi tingginya. Ini mencapai 2.400 poin beberapa kali selama sesi untuk pertama kalinya sejak terjun ke pasar karena kekhawatiran tentang masa depan kepresidenan Trump. Sementara Presiden Trump dalam perjalanan ke luar negeri, saham dibantu oleh kurangnya berita utama terkait dengan penyelidikan pemerintah mengenai kemungkinan hubungan antara kampanye pemilihannya dan Rusia.

"Pasar ini memiliki kekuatan luar biasa pada gagasan bahwa pemerintahan baru akan dapat mendorong melalui platform pro-bisnis. Sejauh ini kehilangan kredibilitas politik, pasar memiliki masalah dalam memegang keuntungan ini," kata Rick Meckler, presiden LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey.

Di pagi hari, data ekonomi AS menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal baru di bulan April anjlok dari level terendah dalam sembilan setengah tahun, sementara aktivitas manufaktur untuk Mei turun ke level terendah sejak September.

Sepuluh dari 11 sektor utama S & P 500 berakhir lebih tinggi. Sektor Finansial naik 0,8% dibantu oleh kenaikan sektor perbankan yang sebesar 1,2%.

Consumer discretionary adalah laggard terbesar dengan penurunan 0,4%. Hambatan terbesar di sektor konsumen adalah saham Autozone Inc (AZO.N) yang turun 11,8% menjadi USD581,4. Saham Advance Auto Parts (AAP.N) turun 4,6% sementara saham O'Reilly Automotive (ORLY.O) turun 3,3% dan saham Genuine Parts (GPC.N) turun hampir 2%. ( sindonews.com )

Jumat, 12 Mei 2017

IHSG Berpeluang Naik Jelang Akhir Pekan

RIFAN FINANCINDO -  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham menuju akhir pekan ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak di support 5.653 dan resistance 5.700.

"Diperkirakan IHSG akan mencoba bergerak rebound pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 5.653-5.700," kata dia di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

IHSG bakal menguat setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Pada penutupan Rabu 10 Mei 2017 IHSG susut 44,05 poin atau 0,77 persen ke 5.653,01.

"Sektor pertambangan kembali terhempas 3,04 persen dan menjadi trigger pelemahan," ujar dia.

Dia menjelaskan, beberapa sentimen negatif berasal dari global terutama disebabkan oleh pelemahan harga batu bara. Pelemahan tersebut disebabkan oleh rencana Amerika Serikat (AS) menutup pembangkit listrik bertenaga batu bara di 16 negara bagian.

Namun begitu, investor asing masih mencatat beli bersih di pasar saham sebesar Rp 753,82 miliar.

"Investor asing tercatat melakukan aksi beli dengan net buy Rp 753,82 miliar," kata dia.

Dalam riset PT Bahana Securities, IHSG akan bergerak variasi di kisaran 5.625-5.675 pada Jumat pekan ini.

Pada perdagangan saham kali ini, Lanjar merekomendasikan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
( liputan6.com )


Kamis, 11 Mei 2017

Persediaan AS Turun, Harga Minyak Rebound

PT RIFAN FINANCINDO - Harga minyak dunia berbalik naik atau "rebound" dengan kuat pada Rabu atau Kamis pagi WIB, 11 Mei 2017, karena data resmi menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS minggu lalu turun lebih besar dari yang diperkirakan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah AS turun sebesar 5,2 juta barel pekan lalu, merupakan penurunan satu minggu terbesar dalam persediaan AS sejauh tahun ini, lapor Xinhua.

Namun demikian, beberapa analis mempertanyakan apakah reli tajam setelah data EIA itu akan berlanjut, di tengah bertahannya kekhawatiran mengenai kenaikan produksi minyak mentah dari Amerika Serikat.

EIA memproyeksikan pada Selasa, 9 Mei 2017, bahwa produksi minyak mentah AS diperkirakan mencapai rata-rata 9,3 juta barel per hari pada 2017 dan hampir 10,0 juta barel per hari pada 2018.

Patokan AS, harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, melonjak 1,45 dolar AS menjadi menetap di 47,33 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, naik 1,49 dolar AS menjadi ditutup pada 50,22 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Rabu, 10 Mei 2017

Era Baru Industri Migas, Investor Tinjau Ulang Strategi Bisnis

RIFANFINANCINDO - Industri minyak dan gas bumi (Migas) tengah menghadapi era baru yang ditandai dengan penurunan signifikan harga minyak internasional. Menurut Presiden Direktur GE Oil & Gas Indonesia Iwan Chandra, kondisi tersebut menekan kinerja finansial hingga memaksa para operator untuk meninjau kembali kapasitas mereka sementara para investor mengkaji strategi baru.

Tak hanya itu, menurutnya aksi dan reaksi antara kekuatan geopolitik, teknologi dan ekonomi telah membuat kondisi perdagangan dunia penuh ketidakpastian dan menjadi semakin tidak menentu. Tak heran terang dia, jika harga minyak yang kian menukik turun untuk kemudian menyurutkan pendapatan yang diperoleh negara-negara penghasil minyak.

"Akhirnya mereka ikut membatasi ketersedian sumber daya yang merupakan lahan investasi di sektor energi. Beberapa negara telah memangkas subsidi energi ke masyarakat. Sebuah langkah yang diambil untuk mempertahankan keberlangsungan anggaran negara. namun juga akan mengubah reaksi permintaan begitu harga kembali membaik," ujar Iwan di Jakarta.

Lebih lanjut dia menerangkan dalam menghadapi penurunan harga dan pendapatan, tapi tetap dengan cara yang tidak membahayakan kinerja mendatang, merupakan tantangan terkini bagi industri minyak dan gas bumi. Ini bukanlah satu-satunya tantangan. industri juga harus bergumul dengan bauran aset yang kompleks, yang menyebabkan tantangan teknis, logistik dan operasional yang lebih luas.

"Dari sisi tenaga kerja dan infrastruktur juga saya melihat, semakin menua dan memperparah risiko penurunan produktivitas yang dihadapi industri ketika produktivitas di sektor tersebut sedang butuh-butuhnya," imbuhnya.

Kenyataan lain yang dihadapi, sambunnya adalah Industri tersebut juga harus menghadapi pengawasan yang lebih ketat dan kekhawatiran atas dampak kesehatan, keselamatan dan lingkungan. "Karena, lingkungan yang tidak menentu dan tidak stabil secara struktural membutuhkan tingkat fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik," lanjut Iwan.

Munculnya tantangan yang berlipat ganda ini, kata dia, membuat operator industri mendapatkan tekanan tuntutan untuk mengurangi downtime dan menurunkan biaya operasional.

"Mau tidak mau, kita mesti meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan perangkat, menaikan tingkat keamanan, membangun kumpulan calon sumber daya yang lebih kuat dan menghindari atau paling tidak menanggulangi dampak pensiunnya pekerja berpengalaman dan mengoptimalkan strategi belanja modal di lingkungan tidak menentu dan tidak stabil dengan makin bertambahnya tekanan pembiayaan," pungkas dia.
( sindonews.com )

Selasa, 09 Mei 2017

Ekonomi Kreatif Akan Membangun Perekonomian Nasional

RIFAN FINANCINDO - Selain memberdayakan masyarakat, produk-produk lokal dari sektor ekonomi kreatif juga ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi kreatif (ekraf) sejak lima tahun terakhir terus mengalami kenaikan.

Meski belum bisa dikatakan signifikan, namun setiap tahun sektor ekraf setidaknya menyumbangkan 7,13% PDB terhadap total PDB nasional. Dari 16 subsektor ekraf, kuliner, fashion, dan kerajinan merupakan subsektor yang memberikan sumbangan nilai tambah tertinggi.

Tak hanya turut ambil bagian dalam membangun perekonomian nasional, sektor ekraf juga mampu menyerap setidaknya 13,90% dari total tenaga bekerja di Indonesia. Dari total 15.959.590 tenaga kerja yang bekerja di sektor ekraf (tahun 2015) 48,56% berada di sektor formal dan 51,44% berada di sektor informal.

Dalam kurun waktu 2010-2015 ekraf mampu menyerap 1.611.957 tenaga kerja di Indonesia dan mengalami kenaikan PDB sebesar 10,14% tiap tahun.

"Ekonomi kreatif akan terus tumbuh apabila bangsa ini kuat. Jadi kuncinya kita harus menjaga nilai-nilai kebangsaan," ujar pengusaha nasional Pontjo Sutowo di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Pontjo yang juga Ketua Aliansi Kebangsaan mengatakan, nilai Keindonesiaan penting untuk memperkokoh fondasi pembangunan nasional di bidang perekonomian dan lainnya. Dia mengaku prihatin bahwa saat ini masyarakat mengalami banyak perubahan. Nilai-nilai global telah masuk ke semua aspek kehidupan dan semakin memarjinalkan nilai lokal yang sesungguhnya sarat dengan muatan kebajikan (local wisdom).

Padahal, saat ini ancaman dari negara lain tidak lagi dalam bentuk agresi militer tapi lebih mengarah pada senjata baru yang bermanfaat bagi manusia. Seperti misalnya perdagangan, teknologi informasi, dan sistem keuangan (moneter).

"Jangan sampai suatu wilayah di Indonesia hilang akibat adanya serangan kekuatan ekonomi. Karena itu kekuatan bangsa ini penting untuk menjaga segala aspek, termasuk ekonomi kreatif yang sekarang sedang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional," cetusnya. ( sindonews.com )


Senin, 08 Mei 2017

Iran Melihat Harga Minyak yang Pas di Kisaran US$ 55 per Barel

PT RIFAN FINANCINDO - Pemerintahan Iran melihat bahwa harga minyak mentah di kisaran US$ 55 per barel merupakan harga yang pas. Selain itu, Pemerintahan Iran juga yakin bahwa kemungkinan besar organisasi negara-negara produsen minyak (OPEC) akan memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi.

"Kisaran harga yang sesuai untuk minyak sekitar US$ 55 per barel," jelas Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh ditulis Reuters mengutip dari situs berita Kementerian Perminyakan Iran Shana, Senin (8/5/2017).

Pada perdagangan Jumat kemarin memang harga minyak berjangka Brent naik 72 sen, atau 1,5 persen ke posisi US$ 49,10 per barel. Sementara harga minyak mentah AS West Texas Intermediate naik 70 sen, atau 1,5 persen, menjadi US$ 46,22 per barel.

Harga tersebut sedikit menguat dan mulai beranjak dari posisi terendah dalam lima bukan terakhir. Pendorongnya, adanya keyakinan dari pelaku pasar bahwa Arab Saudi dan Rusia akan kembali atau memperpanjang pemangkasan pasokan untuk mendukung terbentuknya keseimbangan harga minyak yang baru.

Zanganeh mengatakan bahwa anggota OPEC telah memberi isyarat bahwa mereka condong ke arah perluasan pemangkasan pasokan. "Saya pikir produsen minyak non OPEC juga akan melakukan hal yang sama, tambah dia.

Para menteri energi perminyakan dari negara-negara anggota OPEC dan non OPEC rencananya akan bertemu pada 25 Mei mendatang.

Untuk diketahui, negara-negara anggota OPEC dan beberapa negara di luar OPEC seperti Rusia sepakat untuk masing-masing memangkas produksi minyak selama enam bulan mulai awal Januari hingga akhir Juni.

kesepakatan tersebut untuk mengendalikan pasokan minyak di dunia. Selama ini memang pasokan minyak di dunia lebih besar dari permintaan sehingga mendorong harga minyak turun dari semula di kisaran US$ 100 per barel menjadi di bawah US$ 50 per barel. ( liputan6.com )

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.