PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Pondok Asri Tawangmangu

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing 8 th Anniversary Bersama Back Office-Marketing Di Pondok Asri Tawangmangu, Karanganyar

Jumat, 20 Januari 2017

Harga Emas Jatuh Terganjal Penguatan Dollar

RIFANFINANCINDO - Harga Emas jatuh pada akhir perdagangan Jumat dinihari (20/01) karena dolar AS dan imbal hasil obligasi AS melonjak setelah data ekonomi AS kuat dan dukungan dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen untuk suku bunga AS yang lebih tinggi.

Harga emas spot LLG turun 0,2 persen menjadi $ 1,201.76 per ons, setelah turun 1,1 persen pada sesi sebelumnya, penurunan terbesar sejak 15 Desember.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,73 persen pada $ 1,203.1 per ons.

Data pekerjaan dan perumahan yang lebih baik dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk menjamin tingkat kenaikan, membalikkan kembali kejatuhan baru-baru ini untuk dolar dan mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun untuk tertinggi sejak 3 Januari.

Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Suku bunga yang lebih tinggi juga berarti bahwa harga obligasi turun dan yield naik, membuat investasi tersebut lebih menarik bagi mereka yang mencari aset safe haven. Meskipun emas adalah seperti aset, itu tidak menawarkan yield untuk investor dan ada biaya uang untuk menyimpan dan menjamin.

Data yang dirilis sebelum pidato Yellen menunjukkan bahwa harga konsumen AS meningkat pada bulan Desember di laju tercepat dalam 2,5 tahun, menunjukkan bahwa tekanan inflasi dapat meningkat.

Investor juga melihat ke depan untuk pelantikan pada Jumat Presiden terpilih AS Donald Trump, yang telah berjanji melakukan pemotongan pajak dan belanja infrastruktur dengan pernyataan proteksionis yang telah meningkatkan permintaan emas sebagai safe haven.

Analis mengatakan bahwa goyangan emas bisa menandakan akhir dari sebuah rally yang telah mengangkat logam sekitar 8 persen dari yang terendah pertengahan Desember untuk delapan minggu tinggi $ 1,218.64 pada hari Selasa.

Dalam logam mulia lainnya, harga perak 1,76 persen lebih rendah pada $ 16,97 per ons, harga platinum mereda dengan 1,38 persen menjadi $ 958,50 dan paladium pada dasarnya datar di $ 748,10.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan merosotnya bursa Wall Street dan Eropa, juga meningkatnya permintaan Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,204-$ 1,206, namun jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,200-$ 1,198.

( vibiznews.com )

Kamis, 19 Januari 2017

Harga Emas Melemah Setelah Inflasi AS Mendorong Kenaikan Dollar AS

RIFAN FINANCINDO - Harga Emas melemah pada akhir perdagangan Kamis dinihari (19/01) dari kenaikan tertitnggi delapan minggu sebelumnya karena meningkatnya harga konsumen ke tertinggi 2,5 tahun mengangkatkan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS.

Namun pergerakan itu diredam sebagai pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen, yang akan diawasi ketat untuk petunjuk pada kebijakan moneter AS.
Harga emas spot turun 0,45 persen pada $ 1,211.00 per ons, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari berada 0,2 persen lebih rendah pada $ 1,210.5.

Emas mencapai tertinggi sejak pertengahan November, Selasa, setelah jatuh di bangun atas kemenangan pemilu AS Donald Trump bulan itu sebagai janjinya untuk memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran memicu reli dalam hasil Treasury dan membeli aset siklis.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Rabu Indeks Harga Konsumen naik 0,3 persen bulan lalu dan 2,1 persen dalam 12 bulan sampai Desember, kenaikan terbesar tahun ke tahun sejak Juni 2014.
Namun Ketidakpastian kebijakan Trump menjelang pelantikan, Jumat menjaga dukungan logam mulia ini.
Laporan proteksionis dan kurangnya detail kebijakan telah menyebabkan beberapa investor untuk memilih emas, sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian di pasar yang lebih luas, karena bergeser pasca-pemilihan umum.

Perak naik 0,5 persen menjadi $ 17,24 per ons, sementara platinum adalah 1,17 persen lebih rendah pada $ 971,60 per ons dan paladium turun 0,04 persen pada $ 747,20.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah dengan penguatan dollar AS. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,209-$ 1,207, namun jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,213-$ 1,215.

( vibiznews.com )

Rabu, 18 Januari 2017

IHSG Melaju 21 Poin

PT RIFAN FINANCINDO -  Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini langsung melaju cukup tinggi. Pergerakan IHSG mengikuti gerak Wall Street yang menguat.

Pantauan Metrotvnews.com, pukul 09.13 WIB, Rabu, 18 Januari, IHSG dibuka menguat 21,013 poin atau setara 0,399 persen ke posisi 5.287. Pada bel pembukaan pagi ini IHSG sempat berada di 5.273.

Volume perdagangan pagi ini dibuka sebanyak 910,2 juta lembar senilai Rp299 miliar. Sebanyak 125 saham menguat, 43 saham melemah, 75 saham stagnan, dan terjadi 16.299 kali frekuensi.

IHSG sempat berada di level tertingginya di 5.289 dan level terendahnya di 5.273. Sementara indeks saham unggulan LQ45 naik 4,34 poin atau setara 0,5 persen menjadi 883 dan indeks acuan syariah JII melemah 3,68 poin menjadi 692.

Pagi ini seluruh sektor mendarat di zona hijau, di antaranya yakni agri, pertambangan, konsumer, dan keuangan.

Saham-saham yang menguat pagi ini di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp800 ke Rp63.300, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp325 ke Rp16.925, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp200 ke Rp21.600.

Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya yakni PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) merosot Rp200 ke Rp14.725, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) turun Rp100 menjadi Rp3.200, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) merosot Rp70 ke Rp2.700.


Analis Berharap Rupiah Tidak Ditanggapi Negatif 

Jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih,‎ Analis Senior Bina Artha Securities Reza Priyambada‎ mengaku, gerak rupiah diharapkan tidak terlalu ditanggapi negatif. Dengan demikian gerak USD dapat kembali stabil, sehingga ruang rupiah dapat kembali melanjutkan penguatan.

"Pergerakan nilai tukar rupiah diharapkan dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya seiring mulai redanya sentimen global," ungkap Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Menurut Reza, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran support Rp13.385 per USD, sedangkan resisten di posisi Rp13.330 per USD. "Tetap cermati berbagai sentimen yang akan membuat gerak Rupiah kembali variatif," jelas Reza.

‎Reza menyebutkan, imbas rilis neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan diikuti oleh penilaian estimasi Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan akan dapat tumbuh 5,3 persen memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.

"Selain itu ‎kembali naiknya rating ekuitas Indonesia oleh JPMorgan juga memberikan sentimen positif pada nilai tukar rupiah," jelas Reza.

Meski pergerakan GBP cenderung melemah terhadap USD seiring imbas kekhawatiran berlebihan terhadap pidato PM Inggris Theresia May terkait Brexit, tapi pelemahan tersebut mulai berkurang. Karena, pidato tersebut lebih mengedepankan kerja sama yang equal dengan Uni Eropa.

"Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan rupiah untuk dapat menguat kembali. Laju rupiah pun selama perdagangan mampu berada dalam kisaran target support dan resisten kami," pungkas Reza.
 


( metrotvnews.com )


Selasa, 17 Januari 2017

Bursa Saham Asia Melemah Jelang Pidato PM Inggris

RIFANFINANCINDO - Bursa saham Asia dan poundsterling mengalami pelemahan pada Selasa menjelang pidato Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengenai keputusan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit. Pidato tersebut dinilai akan memiliki implikasi untuk sentimen risiko yang lebih luas.

Media telah melaporkan bahwa May akan tetap dengan pendiriannya untuk keluar dari Uni Eropa dan melihat Inggris kehilangan akses ke pasar tunggal dari blok tersebut. Kekhawatiran Brexit telah memukul poundsterling ke posisi terendah tiga bulan terhadap USD dan melemahkan selera investor terhadap ekuitas pada minggu ini.

Kebijakan dari Donald Trump juga menumbuhkan ketidakpastian dan memberi tekanan terhadap ekuitas. Apalagi, ada aksi unjuk rasa di berbagai belahan dunia akibat spekulasi bahwa Presiden AS terpilih akan memberlakukan stimulus dan reflationary atas langkah-langkah berani.

"Pasar dipengaruhi oleh angka kembar politik hitam dari 2016 -suara Brexit dan kemenangan Trump- tetap stabil dan tidak menentu," tulis Senior Rates Strategist ANZ David Croy, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/1/2017).

Sedangkan indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS kehilangan 0,2 persen. Perdagangan tipis dengan Wall Street ditutup pada Senin akibat Martin Luther King Day. Jepang Nikkei N225 turun 0,3 persen dan saham Australia turun 0,8 persen.

Poundsterling turun sebagian kecil di USD1,2037 GBP = D4. Itu telah jatuh ke pada USD1,1983 hari sebelumnya dan  terendah sejak 7 Oktober. Kerugian poundstrerling membantu mengambil beberapa tekanan jauh dari greenback, yang telah dibebani oleh ketidakpastian investor atas kebijakan yang masuk dari Pemerintahan Trump.

( metrotvnews.com )

Senin, 16 Januari 2017

Kebijakan Donald Trump Bayangi Laju IHSG

RIFAN FINANCINDO - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mendatar sepanjang pekan ini. Lantaran belum nampak sentimen berarti yang menggerakan pasar.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menanti kebijakan yang diambil presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Trump bakal dilantik pekan ini.

"Donald Trump diangkatnya minggu ini, market masih menunggu Donald Trump," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Dengan kondisi ini, dia mengatakan laju IHSG tak berbeda dengan pekan sebelumnya. Laju IHSG masih konsolidasi. "Sepertinya masih sama seperti minggu kemarin," ujar dia.

Satrio menambahkan pelaku pasar juga mengamati pergerakan harga komoditas. Terutama, untuk komoditas batu bara. "Paling yang pengaruh harga batu bara, komoditas," tutur dia.

IHSG turun 1,38 persen pada pekan lalu (9-13 Januari 2016) dari 5.347,02 pada pekan sebelumnya menjadi 5.272,98. Nilai kapitalisasi pasar ikut turun 1,39 persen menjadi Rp 5.727,73 triliun dari Rp 5.808,51 triliun.

Selama sepekan, investor asing melakukan penjualan bersih Rp 795 miliar. Secara tahunan investor asing telah mencatatkan penjualan bersih Rp 1,15 triliun.

Namun, rata-rata nilai transaksi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat  1,70 persen menjadi Rp 5,38 triliun dari pekan sebelumnya sebesar Rp5,29 triliun. Rata-rata volume transaksi perdagangan harian juga meningkat 37,81 persen menjadi 11,08 miliar saham dari 8,04 miliar unit saham di pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi perdagangan saham harian BEI juga meningkat 14,33 persen menjadi 287,06 ribu kali transaksi dari 251,09 ribu kali transaksi.


Bursa Asia Bergerak Variatif di Awal Pekan

Bursa sdaham Asia bergerak variatif pada awal pekan ini. Salah satu faktor yang menggerakkan bursa Asia adalah pelemahan pound sterling lebih dari 1 persen dan membuat investor khawatir.

Melansir CNBC, Senin (16/1/2017), mata uang Inggris itu terjerembab dari level di atas US$ 1,2150 ke level US$ 1,2043 pada Senin pagi ini. Sementara euro naik atas pound, naik ke level 0,8824 dari 0,8720.

Pelemahan mata uang tersebut menyusul kabar yang menyebutkan Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May tengah mempersiapkan untuk melakukan cara yang keras atau bersih untuk keluar dari Uni Eropa. Itu membuat volatilitas pasar terpengaruh termasuk bursa Asia.


Indeks Nikkeri turun 0,72 persen atau sekitar 137,26 poin untuk bertengger di level 19.150,02. Kemudian indeks Hang Seng turun 51,12 atau 0,22 persen ke lecel 22.886,26.

Di Australia, indeks ASX 200 naik 0,43 persen atau 24,38 poin untuk menetap di level 5745,50. Menjadikan satu-satunya indeks yang naik di bursa Asia.

Sejumlah indeks lainnya menurun seperti Shanghai indeks yangturn 14,34 ppin atau 0,46 persen ke level 3.098,43 dan indeks Korea Selatan Kospi turun 7,19 poin atau 0,35 persen.

( liputan6.com )

Jumat, 13 Januari 2017

Trump tampil mengecewakan, Wall Street memerah

PT RIFAN FINANCINDO - Penampilan Presiden AS terpilih Donald Trump pada konferensi pers pertamanya mengecewakan investor. Kondisi ini yang kemudian tampak pada pergerakan pasar saham AS yang kompak memerah malam tadi (12/1).

Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,32% menjadi 19.891. Saham Walt Disney menjadi saham dengan penurunan terdalam. Sementara, saham McDonald's menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.
Adapun indeks S&P 500 turun 0,21% menjadi 2.270,44. Sektor finansial menjadi sektor dengan kenaikan terbesar di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor dengan performa terbaik adalah sektor telekomunikasi.

Di sisi lain, indeks Nasdaq juga tertekan 0,29% menjadi 5.547,49.
Dalam setiap sembilan saham yang turun, terdapat lima saham yang mendaki di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 787,27 juta saham dengan volume transaksi gabungan mencapai 3,414 miliar saham saat penutupan.

"Saya rasa pelaku pasar mulai mengambil langkah moderat dari langkah yang diambil beberapa pekan sebelumnya, dan itu sah-sah saja. Market sebelumnya terdorong oleh banyak sekali kabar baik. Dan saat ini, market membutuhkan penjelasan detil mengenai kebijakan," papar Art Hogan, chief market strategist Wunderlich Securities.

Sementara itu, Craig Erlam, senior market analyst Oanda menilai, konferensi pers pertama Trump pada Rabu lalu bukanlah sesuatu yang ingin didengar investor. "Apalagi dengan adanya pembicaraan mengenai proteksionisme dan lebih banyak menyerang perusahaan, Trump sangat tidak market friendly," papar Erlam.

Trump menyerang industri farmasi, yang pada akhirnya membuat saham-saham kesehatan dan bioteknologi terguncang. Dia juga dinilai gagal dalam memberikan penjelasan detil atas tiga kunci kebijakan politiknya, yakni: reformasi pajak, deregulasi atas sektor tertentu, dan stimulus fiskal.

( kontan.co.id )

Kamis, 12 Januari 2017

Arab Saudi Komitmen Pangkas Produksi, Harga Minyak Menguat

RIFANFINANCINDO - Harga minyak mencatatkan kenaikan hampir tiga persen. Kenaikan harga minyak didukung dari sinyal Arab Saudi patuh terhadap komitmen memangkas produksi minyak.

Selain itu, pelaku pasar atau trader tampak mengabaikan data pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan kenaikan produksi secara mingguan. Peningkatan produksi minyak pun berdampak terhadap gerak saham-saham energi.

Sentimen lainnya didorong dari pernyataan presiden terpilih AS Donald Trump yang memperkuat keyakinan kalau pihaknya bisa mendorong harga minyak.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,43 atau 2,8 persen menjadi US$ 52,55 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya ditransaksikan di kisaran harga US$ 51,35. Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret menguat US$ 1,46 atau 2,7 persen ke level US$ 55,10 per barel.

"Bila Trump mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ini"bullish" untuk harga minyak," kata James Williams, EKonom WTRG Economic, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (12/1/2017).

Ia menambahkan, bila melihat sejumlah gerakan harga minyak lantaran pertumbuhan ekonomi. Pesatnya pertumbuhan ekonomi China dan lainnya menjadi kontributor utama harga minyak sempat tembus US$ 100.

Pada saat yang sama, harga minyak yang rendah juga diharapkan terjadi didukung dari kebijakan ekonomi. Ia mengatakan, sedikit pengaturan terhadap pengeboran minyak seharusnya mendorong produksi AS lebih besar sehingga harganya jadi lebih rendah.

Data pasokan minyak AS menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah domestik 4,1 juta barel pada pekan terakhir 6 Januari 2017. Angka itu lebih dari dua kali kenaikan poduksi minyak yang dilaporkan American Petroleum Institute.

"Sentimen kenaikan stok minyak mentah AS tidak menganggu pemotongan produksi minyak oleh anggota OPEC dan non OPEC," kata Chief Energy Strategist Macro Risk Advisors Chris Kettenman.

Pasar melihat ada sinyal Arab Saudi komitmen untuk pangkas produksi juga mempengaruhi harga minyak. Arab Saudi akan pangkas produksi minyak pada Februari. "'Tampaknya pasar lebih terkesan dengan kepatuhan Arab Saudi ketimbang persediaan pasokan lebih besar," Analis Price Futures Group Phil Flynn.

( liputan6.com )

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.