PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Pondok Asri Tawangmangu

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing 8 th Anniversary Bersama Back Office-Marketing Di Pondok Asri Tawangmangu, Karanganyar

Jumat, 02 Desember 2016

IHSG Menguat Tertopang Data Makro Ekonomi

PT RIFAN FINANCINDO - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di akhir pekan ini. Laju IHSG ini berbeda dengan arah Bursa Asia yang justru tergelincir.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (2/12/2016),IHSG naik 9,16 poin atau 0,18 persen ke level 5.207,98. Penguatan IHSG berlanjut  pada pukul 09.00 WIB. IHSG mendaki 0,24 persen atau 12,6 poin ke level 5.211,43.

Indeks saham LQ45 menguat 0,43 persen ke level 3.752. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.208,68 dan terendah 5.203,3. Ada sebanyak 57 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 29 saham melemah dan 87 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 3.735 kali dengan volume perdagangan 289,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 81,8 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 14,5 miliar di pasar reguler.

Secara sektoral, 5 sektor saham menghijau. Sektor saham industri naik 0,81 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan yang naik 0,64 persen, dan sektor saham perdagangan menguat 0,53 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham BMAS naik 11,11 persen ke level Rp 380 per saham, saham AGRS menguat 6,78  persen ke level Rp 92 per saham, dan saham ALMI mendaki 23,5 persen ke level Rp 226 per saham.

Selain itu, saham-saham tergelincir antara lain saham RANC melemah 7,89 persen ke level Rp 525 per saham, saham INPC tergelincir 4,04 persen ke level Rp 95 per saham.
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi sebelumnya memprediksi,  IHSG akan bergerak pada support 5.180 dan resistance 5.257.

Dia mengatakan, kenaikan IHSG salah satunya tertopang data makro ekonomi. "Tingkat inflasi naik di atas ekspektasi akibat terdepresiasi mata uang rupiah sedangkan tingkat inflasi inti stabil dan justru turun di level 3,07 persen dari 3,08 persen menandakan kondisi ekonomi Indonesia di akhir tahun masih cukup terkendali," ujar dia.

( liputan6.com ) 

Doa Bersama 2 Desember, Telkomsel Perkuat Sinyal di Kawasan Monas

Rifan financindo - Operator telekomunikasi Telkomsel menyiapkan sejumlah antisipasi terhadap meningkatnya lalu-lintas seluler yang bisa terjadi pada pelaksanaan doa bersama pada Jumat (2/12/2016) di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Vice President Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengatakan antisipasi yang dilakukan perusahaan antara lain berupa optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan. Tindakan ini dilakukan pada base transceiver station (BTS) yang berada di wilayah konsentrasi massa hingga sekitarnya.

“Untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran komunikasi pelanggan, Telkomsel melakukan optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan di sekitar lokasi aksi damai hingga titik-titik transit yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya massa,” terang Adita saat dihubungi KompasTekno.

“Kami melakukan peningkatan kapasitas jaringan itu hingga 100 persen atau dua kali lipat. Fokus penambahan ini di sekitar inner area Monumen Nasional,” imbuhnya.

Meski sudah melakukan antisipasi lonjakan traffic, Adita juga mewanti-wanti pelanggan Telkomsel bahwa tetap ada kemungkinan pelambatan koneksi. Ini disebabkan ada kemungkinan jumlah massa yang berkumpul di titik tertentu lebih banyak dibandingkan perkiraan, dan adanya lonjakan traffic yang terlalu tinggi.

“Untuk itu, kami mohon maaf dan harap dimaklumi. Petugas kami akan senantiasa memantau kondisi jaringan dan traffic komunikasi,” pungkas Adita.

PT Rifan Financindo

Kamis, 01 Desember 2016

Harga Emas Merosot 1 Persen Tertekan Kekuatan Dollar AS

RIFAN FINANCINDO - Harga Emas tergelincir pada akhir perdagangan hari Kamis dinihari (01/12), menambah kerugian terdalam bulanan di lebih dari tiga tahun tergerus kuatnya data ekonomi AS yang mendukung dolar dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember.
Pengusaha swasta AS mempekerjakan pada bulan November lebih dari yang dipekirakan dan belanja konsumen meningkat bulan lalu, memberi lebih banyak amunisi untuk Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga.

Meningkatnya data Adp Employment Change November membantu dolar AS naik setengah persen terhadap sekeranjang mata uang utama setelah pekan lalu menyentuh level tertinggi selama hampir 14 tahun.
Harga emas spot LLG turun 1,1 persen menjadi $ 1,174.96 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember berakhir di $ 1,170.80.

Emas telah anjlok hampir 8 persen pada November, penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2013, tertekan oleh rally dalam dolar AS pada melonjaknya imbal hasil Treasury karena investor percaya kebijakan Presiden terpilih Donald Trump akan meningkatkan inflasi lebih cepat.
Dalam logam lainnya, Perak turun 0,7 persen menjadi $ 16,48 per ons, sementara platinum merosot 0,8 persen menjadi $ 910.

Palladium naik ke intraday tinggi $ 772,70 per ons, terkuat sejak Juni 2015, menahan keuntungan untuk $ 770,25, naik 1,3 persen. Paladium telah meningkat lebih dari 23 persen bulan ini, yang terbaik sejak Februari 2008, mengalahkan logam lainnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi bergerak lemah dengan penguatan dollar AS. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,173-$ 1,171, sedangkan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance  $ 1,177-$ 1,179.

( vibiznews.com )

rifan financindo

Indonesia bekukan kembali keanggotaan OPEC

Rifan financindo - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memutuskan agar Indonesia membekukan sementara (temporary suspend) keanggotaan di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Keputusan Jonan tersebut diambil dalam sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria, Rabu (30/11).

Keputusan pembekuan keanggotaan OPEC menyusul hasil sidang yang meminta Indonesia untuk memotong sekitar 5% dari produksi minyak nasional atau sekitar 37 ribu barel per hari. Adapun OPEC memutuskan untuk memotong produksi minyak mentah negara-negara anggotanya sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat.

Jonan menilai, pemangkasan produksi 37 ribu barel per hari terlalu besar. Hal tersebut mengacu pada target penurunan produksi minyak dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

"Pada RAPBN 2017 disepakati produksi minyak di 2017 turun sebesar 5 ribu barel dibandingkan 2016," jelas Jonan dalam keterangan resminya, Kamis (1/12). Dengan demikian, pemotongan produksi minyak yang bisa diterima Indonesia adalah sebesar 5 ribu barel per hari.

Bila Indonesia mengikuti angka pemangkasan produksi minyak yang diputuskan OPEC, negara dikhawatirkan tidak dapat mengejar target pendapatan 2017.

"Padahal kebutuhan penerimaan negara masih besar," kata Jonan.

Tidak hanya mempersulit pengejaran APBN, Jonan menambahkan, sebagai negara net importir minyak bumi (crude oil), pemotongan kapasitas produksi ini tidak menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, pengurangan produksi akan menyebabkan harga minyak secara teoritis mengalami kenaikan.

Pihak Indonesia menilai, pembekuan sementara merupakan keputusan terbaik tidak hanya bagi Indonesia tapi juga bagi seluruh anggota OPEC. Sebab, keputusan pemotongan produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari tetap masih bisa dijalankan. Sementara, di sisi lain, Indonesia tetap bisa mempertahankan kepentingan nasional dengan tidak terikat pada keputusan yang diambil.

Keputusan pembekuan anggota ini bukanlah yang pertama kalinya bagi Indonesia. Sebelumnya Indonesia pernah membekukan keanggotaan di OPEC pada 2008 dan efektif berlaku pada 2009. Setelah itu, Indonesia memutuskan kembali aktif sebagai anggota OPEC pada awal 2016.

Rifan Financindo

Rabu, 30 November 2016

Saham BUMN masih oke pasca rights issue

Rifan financindo - Empat emiten badan usaha milik negara (BUMN) mulai menjaring dana dari pasar modal. PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) telah memproses rights issue.

Lalu PT PP Tbk (PTPP) akan mengeksekusi penerbitan saham baru bulan Desember. PTPP telah menentukan harga rights issue Rp 3.250 per saham. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan dimulai 8 Desember dan berakhir 15 Desember.

WIKA menawarkan saham baru di harga Rp 2.180 per saham. Periode perdagangan HMETD WIKA berakhir pada 23 November lalu. KRAS memberi harga pelaksanaan Rp 525 per saham dengan tanggal akhir perdagangan HMETD pada 30 November.

Lalu, JSMR memberi harga pelaksanaan Rp 3.900 per saham dengan dilusi kepemilikan 6,31%. Tanggal terakhir pencatatan saham untuk memperoleh HMETD JSMR pada 30 November. Periode perdagangan HMETD pada 2-8 Desember.

Para analis menilai, keempat saham emiten pelat merah ini masih layak diburu pasca rights issue. Saham-saham emiten BUMN ini akan direspons positif, sehingga setelah rights issue masih terdapat potensi kenaikan harga hingga akhir tahun.

Suria Dharma, Kepala Riset Buana Capital, mengatakan, dari keempat emiten ini, ada tiga saham sangat menarik dikoleksi jangka panjang, yakni PTPP, WIKA dan JSMR. Menurut Suria, dampak rights issue terhadap WIKA dan PTPP akan lebih signifikan.

"Dampaknya ke rasio leverage kedua emiten ini lebih positif. JSMR juga positif, namun rights issue-nya tidak terlalu besar," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (29/11).

Liga Maradona, Analis Recapital Securities, justru melihat KRAS mendapatkan dampak paling cepat dari proses rights issue. Dana yang diperoleh dari publik akan langsung digunakan untuk pembangunan pabrik yang sudah berjalan. KRAS juga akan membangun pembangkit listrik untuk efisiensi ongkos produksi.

"Sehingga, kinerja KRAS tahun depan bisa terangkat. Sementara emiten lain membutuhkan waktu jangka panjang untuk menyerap dana rights issue," imbuh Liga.

Meski demikian, Liga menilai rights issue WIKA, PTPP, dan JSMR juga memiliki dampak jangka panjang yang bagus. Ketiganya punya profil keuangan yang lebih defensif dibandingkan KRAS.

Meski akan membaik di tahun depan, KRAS masih punya risiko eksternal, seperti fluktuasi nilai tukar.

Lucky Bayu Purnomo, Analis Danareksa Securities, lebih menjagokan saham PTPP dan JSMR. Menurut Lucky, kinerja PTPP secara fundamental terlihat paling baik dibandingkan tiga emiten lain. PTPP diperkuat oleh anak usahanya PT PP Properti Tbk (PPRO) yang juga memiliki perdagangan saham yang likuid.

Menurut Lucky, saham PTPP masih menarik dikoleksi setelah eksekusi rights issue. "Kalau mau mengkoleksi sebelum rights issue juga bisa ambil untung. Tapi usai rights issue juga saham ini masih akan diapresiasi positif," ujar Lucky.

Lucky masih merekomendasikan buy keempat saham BUMN tersebut. Target harga JSMR akhir tahun ini di level Rp 4.500 per saham, PTPP Rp 4.300, KRAS Rp 870 dan WIKA Rp 2.550.

Liga juga merekomendasikan buy keempat emiten. Suria memberi rekomendasi buy hanya untuk JSMR, WIKA, dan PTPP.

Rifanfinancindo

The Fed: Alasan untuk Naikkan Suku Bunga Menguat

RIFANFINANCINDO - Gubernur Federal Reserve AS, Jerome Powell, pada Selasa memberikan tanda bahwa dia bersiap untuk mendukung kenaikan suku bunga, karena melihat alasan untuk menaikkan suku bunga telah "secara jelas menguat."

"Data yang masuk menunjukkan ekonomi tumbuh pada kecepatan yang sehat, dengan peningkatan penggajian pekerja yang kuat dan inflasi secara bertahap bergerak menuju dua persen," kata Gubernur Fed pada forum yang diselenggarakan oleh Economic Club of Indiana.

"Alasan untuk meningkatkan suku bunga federal funds telah jelas menguat sejak pertemuan kami sebelumnya awal bulan ini," kata pejabat Fed itu dalam sambutannya.

Dalam pertemuan kebijakannya pada November, Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian tentang reaksi pasar terhadap hasil pemilihan presiden AS.

Namun, bank sentral mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa merubah suku bunga lagi secepatnya pada Desember, karena para pejabat melihat kenaikan dalam ekonomi AS dan inflasi.

Powell mengatakan bahwa ekonomi AS mendekati mandat bank sentral untuk lapangan pekerjaan maksimal dan target inflasi dua persen. Ia memperkirakan perekonomian akan terus tumbuh pada dua persen, dengan kenaikan lapangan pekerjaan yang kuat dan kenaikan bertahap inflasi ke arah sasaran bank sentral dua persen.

Ia memperingatkan risiko mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama. "Suku bunga terus-menerus rendah dapat meningkatkan kekhawatiran stabilitas keuangan," kata Powell, menambahkan bahwa pergeseran suku bunga terlalu lambat akhirnya bisa membuat Fed mengetatkan kebijakan mendadak untuk menghindari pelampauan batas (overshooting) target bank sentral.

The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya, juga yang terakhir tahun ini, pada 13-14 Desember. Para investor secara luas memperkirakan Fed akan menaikan suku bunga acuannya pada pertemuan Desember.

( okezone.com )

Selasa, 29 November 2016

Bursa Asia Bergerak Bervariasi Terpicu Kondisi Global


PT RIFAN FINANCINDO - Bursa Asia bergerak bervariasi pada pembukaan perdagangan hari ini, seiring pertanda bila laju pasar saham Amerika akan tersandung usai bergerak menguat pasca Pemilihan Presiden (Pilpres).

Pasar juga mengamati kondisi global. Salah satunya terkait rencana pertemuan para produsen minyak terbesar di dunia (OPEC) pada Rabu, dan rilis laporan payroll non pertanian AS yang keluar di Jumat.

Melansir laman CNBC, Selasa (29/11/2016), di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,41 persen.  Sedangkan indeks Topix turun 0,34 persen. Sementara itu, patokan Australia ASX 200 datar di 5.469,20.

Saham Jepang kemungkinan besar tertekan yen yang sedikit menguat, yang diperdagangkan di posisi 111,94 terhadap dolar pada Selasa pagi di Asia. Ini naik dari posisi 113 pada minggu sebelumnya.

Di Korea Selatan, Kospi bergerak datar di posisi 1,977.69, terpicu saham perusahaan elektronik raksasa Samsung yang naik 0,18 persen. Pembuat smartphone mengatakan dalam sebuah pernyataan jika perusahaan tengah meninjau masalah transisi ke struktur perusahaan induk.
Sebelumnya Wall Street ditutup jatuh, yang menjadi kinerja terburuk dalam hampir satu bulan. Pasar terbebani sektor keuangan dan konsumen.

Indeks Dow Jones turun 54,24 poin, atau 0,28 persen ke posisi 19.097,9. Kemudian indeks S&P 500 kehilangan 11,63 poin, atau 0,53 persen menjadi 2.201,72 dan Nasdaq Composite susut 30,11 poin atau 0,56 persen ke level 5.368,81.

Di pasar mata uang, dolar kembali melemah terhadap sekeranjang mata uang dengan perdagangan terakhir di posisi 101,33, setelah jatuh ke sesi rendah 100,64 sebelumnya.

Dolar tergelincir dengan melihat mata uang utama lainnya yang diperdagangkan lebih tinggi. Dolar Australia berada di posisi US$ 0,7492, naik dari tingkat bawah US$ 0,74 pada minggu lalu.

Kemudian Euro berada di US$ 1,0614, naik dari posisi US$ 1,055, sementara pound diperdagangkan di level US$ 1,2409.

"Kami jauh lebih cenderung untuk melihat penurunan yang dipimpin dolar-yen dalam dolar, kemudian imbal hasil obligasi dan saham yang lebih lembut karena lebih mencerminkan posisi pasar jangka pendek,"  ujar Ray Attrill, Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank, dalam catatannya.  

(  bisnis.liputan6.com )

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.