PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Sekipan Camp

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing Bersama Back Office-Marketing Di Sekipan Camp Tawangmangu, Karanganyar

Kamis, 19 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Kebijakan-Kebijakan Trump yang Mengguncang Ekonomi Global


PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat tak henti menuai kontroversi. Tak sedikit kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Trump kemudian menggoyang kondisi geopolitik, bahkan ekonomi dunia. 

Salah satu kebijakan Trump yang paling kontroversial adalah pemberlakuan tarif dagang. China, Uni Eropa, Meksiko, dan Kanada, adalah beberapa negara yang sudah menjadi target bahkan sudah menjadi korban kebijakan tarif AS ini. 

Indonesia pun secara tidak langsung terkena imbas dari normalisasi kebijakan AS ini. 

Saat ini, AS sedang mengkaji ulang negara-negara penerima Generalized System Preferences (GSP) dan Indonesia merupakan salah satunya. GSP merupakan kebijakan AS dalam wujud pemotongan bea masuk impor. Kebijakan inilah yang menjadi salah satu pendorong tingginya ekspor Indonesia ke AS. 

Kebijakan-kebijakan Trump yang kontroversial tersebut tentu membuat nyaris seluruh entitas dunia panas. 

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memberi peringatan kepada AS, kebijakan tarif yang memicu perang dagang, berisiko menurunkan pertumbuhan global sebesar 0,5 persen atau sekitar 430 miliar dollar AS akan hilang dari PDB dunia pada tahun 2020. 

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, strategi kebijakan tarif, hanyalah satu dari kebijakan Trump yang termasuk dalam rumusan kebijakan Make America First. 

Setidaknya, ada 4 komponen utama strategi AS yang mereka anggap menguntungkan, namun membuat entitas dunia kocar kacir. 

1. Penurunan tingkat pajak 

Kebijakan Trump untuk memangkas pajak atau biasa disebut dengan Trump's Tax Reform akan menarik banyak investor untuk melakukan investasi di AS. Sebab, per 1 Januari 2018 lalu, AS memangkas pajak penghasilan perusahan dari 35 persen menjadi 21 persen. 

2. Larangan masuk untuk imigran 

Halim menyebutkan, langkah Trump melarang masuknya imigran ke AS merpakan kamuflase supaya tenaga kerja AS terserap oleh industri. "Karena itu AS menutup kesempatan kerja low skill untuk imigran," ujar dia, Rabu (18/7/2018). 

3. Pembatasan ekspor teknologi-teknologi canggih 

Langkah ini dilakukan, agar AS menjadi unggul dan tidak ada negara lain yang menduplikasi teknologi mereka. 

4. Kebijakan Tarif 

Kebijakan inilah yang rentan memicu perang dagang. Sebab, kebijakan tarif oleh AS akan memicu aksi saling balas. Halim mengatakan, penerapan tarif sengaja dilakukan oleh Trump untuk membatasi impor sehingga dapat memicu produksi dalam negeri. 

Meskipun rangkaian kebijakan tersebut dapat memicu defisit fiskal, namun Trump tetap optimis dengan berbagai langkah yang dia buat. 

"Dia bersedia defisit fiskal terjadi, tetapi mereka nggak takut karena orang akan tetap investasi ke sana (AS), mereka memiliki unlimited demand terhadap surat berharga. Itu yang dia gunakan sebagai kekuatan, sebagai negara nomor satu di dunia," jelas Halim. 

Dana Asing Kabur dari Indonesia 

Lebih lanjut Halim mengatakan perubahan strategi AS mendorong persepsi investor untuk menanamkan modal di AS menjadi positif. Sementara, negara lain, terutama negara-negara berkembang menjadi kurang menarik sehingga arus modal akan kembali ke AS. 

"Ini sudah sekitar 157 triliun data-data yang saya lihat sudah keluar dari Januari sampai Juli ini. Dana ini kembali ke AS, akibatnya nilai dollar AS menguat akibat banyak yan memegang dollar," jelas dia. 

Lebih lanjut Halim menjelaskan, kondisi ini akan terus berlangsung selama AS masih terus menerus menerapkan kebijakan yang kontroversial. Meski, IMF telah memberi peringatan kepada AS mengenai pertumbuhan ekonomi mereka yang sudah tidak bisa lagi tumbuh di atas 2,9 persen. 

"Pertumbuhan ekonomi ada masa puncaknya, AS sudah melalui itu, kalau sudah ngga bsa capai 2,9 persen kemungkinan inflasi naik," sebut Halim. 

Jika inflasi AS meningkat, maka bank sentral mereka, Federal Reserve akan kembali meningkatkan suku bunganya (Fed Fund Rate). 

"Sehingga, mungkin Donald Trump akan merubah kembali arah kebijakannya, mungkin," ucap Halim. 

"Nah, kemudian baru pasar akan mengkalkulasi ulang," tukasnya.


Sumber : https://ekonomi.kompas.com

Selasa, 17 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Kekhawatiran Gangguan Pasokan Mereda, Harga Minyak Merosot



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Harga minyak mentah merosot lebih dari empat persen pada perdagangan Senin (16/7), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan menyusul beroperasinya kembali pelabuhan minyak di Libya.

Selain itu, ada pula potensi meningkatnya pasokan dari Rusia dan produsen minyak lainnya.

Dilansir dari Reuters, Selasa (17/7), harga minyak mentah berjangka Brent turun US$3,49 atau 4,63 persen menjadi US$71,84 per barel. Selama sesi perdagangan berlangsung, harga Brent sempat tertekan hingga ke level US$71,52 per barel, terendah sejak pertengahan April.

Penurunan juga terjadi pada harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$2,95 atau 4,15 persen menjadi US$68,06 per barel.

Turunnya harga minyak mentah kemarin menghapus kenaikan harga yang terjadi pada akhir pekan lalu akibat konflik tenaga kerja di Norwegia dan kerusuhan di Irak.

Jumat lalu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan bahwa Rusia dan produsen minyak lain dapat mengerek produksinya sebesar satu juta barel per hari (bph) atau lebih jika pasar kekurangan pasokan.

Harga minyak juga tertekan oleh pemberitaan bahwa pemerintah AS dapat menggunakan Cadangan Minyak Strategis yang akan menambah pasokan ke pasar.

Kekhawatiran terhadap pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) China juga berimbas negatif pada harga awal pekan. Perekonomian China tumbuh melambat seiring upaya pemerintah untuk menjaga tingkat utangnya menahan kegiatan perekonomian.

Sementara itu, pertumbuhan produksi pabrik China pada Juni lalu melemah ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Hal itu memberikan sinyal mengkhawatirkan untuk investasi dan eksportir menyusul memanasnya tensi perdagangan dengan AS.

"Pertumbuhan PDB meleset sedikit secara psikologis merupakan peringatan bahwa China saat ini masih baik-baik saja tetapi tidak sekuat yang diperkirakan," ujar Analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago.

Sementara, produksi di Libya masih terancam. Berdasarkan pernyataan National Oil Corporation (NOC) Libya pada Sabtu lalu, meski pelabuhan kembali dibuka, produksi minyak di lapangan migas Sharara diperkirakan bakal merosot setidaknya 160 barel per hari (bph) setelah dua pekerja diculik oleh kelompok yang tak dikenal.

Pada 11 Juli lalu, NOC menyatakan empat terminal ekspor dibuka kembali setelah faksi timur menyerahkan kembali pelabuhan. Lapangan migas El Feel di bagian barat daya juga kembali beroperasi. Selang dua hari, hampir 300 ribu bph produksi Sharara terpangkas.

Di Norwegia, kemarin, aksi mogok oleh pekerja minyak dan gas bumi lepas pantai (offshore) semakin parah. Ratusan lebih pekerja keluar akibat sengketa masalah upah dan pensiun setelah perusahaan gagal memenuhi permintaan serikat pekerja untuk penawaran baru.

Dua demonstran di Irak tewas pada Minggu (15/7) lalu dalam bentrok dengan aparat keamanan di kota Samawa yang disebabkan oleh kemarahan kota-kota bagian selatan terhadap pelayanan publik dan korupsi. Aksi demo belum berimbas pada produksi minyak mentah Irak.

Senin kemarin, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS akan menenkan ekspor minyak Iran ke level nol.

Mnuchin menyatakan bahwa pemerintah AS tidak ingin mengganggu pasar dan untuk beberapa kasus dapat mempertimbangkan pengecualian. Namun, AS dengan tegas mengharapkan negara sekutunya dapat menjalankan sanksi melawan Iran.

Rencananya, Mnuchin akan berkunjung ke India untuk membahas sanksi. India merupakan salah satu importir utama minyak mentah Iran dan telah menyatakan akan mengurangi pembeliannya.


Sumber : www.cnnindonesia.com/ekonomi

Jumat, 13 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Kenaikan Wall Street dorong saham Tokyo menguat



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi, menyusul kenaikan Wall Street semalam (Kamis) dan yen yang relatif lemah terhadap dolar AS.

Xinhua melaporkan pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) menambahkan 313,80 poin atau 1,41 persen, dari tingkat penutupan Kamis (12/7), menjadi diperdagangkan di 22.501,76 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar saham Tokyo, naik 13,89 poin atau 0,81 persen, menjadi diperdagangkan di 1.723,57 poin.

Saham-saham peralatan listrik, permesinan dan yang berhubungan dengan logam non-besi paling banyak mencatat kenaikan dalam menit-menit pembukaan perdagangan.


Sumber : www.antaranews.com

Kamis, 12 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - AS Ancam Tarif Baru Barang China Picu Harga Emas Merosot



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA  - Harga emas melemah didorong sentimen Amerika Serikat (AS) akan kenakan tarif baru impor barang China senilai USD 200 miliar.

Selain itu, dolar AS menguat juga menekan harga emas. Pemerintahan AS di bawah kepemimpinanDonald Trump merinci daftar produk China yang dapat kena tarif 10 persen. Rencana tersebutjuga akan meminta tanggapan publik selama dua bulan sebelum pungutan dikenakan.

Sentimen tersebut mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam 11 bulan terhadap yuan dan memukul dolar Australia. Akan tetapi, euro cenderung tidak bergerak. Dolar AS yang menguatmembuat emas lebih mahal untuk investor non-AS.

"Emas merasakan tekanan dan dolar AS lebih kencang menguat," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (12/7/2018).

Harga emas di pasar spot naik 0,9 persen berada di posisi USD 1.243,57 per ounce sebelum turun dari level terendah dalam delapan hari di kisaran USD 1.242,55.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun USD 11 atau 0,9 persen ke posisi USD 1.244,40 per ounce.

"Opsi emas akan terus semakin tinggi berarti diposisikan harga naik.Ini artinyaposisi investor terhadap harga akan terus naik," ujar Analis ING Oliver Nugent.

Namun sentimen tarif impor baru terhadap barang China yang akan dikenakan AS pengaruhiharga emas. Emas di pasar spot dapat tembus di level support USD 1.247 per ouncedan jatuh ke arah support berikutnya di USD 1.237 karena sudah bangkit dari levelterendah pada 3 Juli 2018 yaitu di posisi USD 1.237,32.

"Karena risiko perdagangan meningkat, investor berlindung. Sebagai hedge fund saya selalu memiliki emas dan ini menjadi lebih menantang karena dolar AS,"kata Kepala Perdagangan APAC, Stephen Innes.

Harga logam lainnya juga tertekan. Harga perak turun 1,4 persen ke posisi USD 15,82 per ounce.Harga platinum susut 1,4 persen ke posisi USD 830,60. Harga palladium turun 0,2 persenke posisii USD 939,50 per ounce.


Sumber : www.liputan6.com/bisnis

Rabu, 11 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pemerintah AS Berambisi untuk Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melihat adanya potensi untuk menngkatkan produksi minyak mereka, menjadi 11,8 juta barrel per hari pada 2019.

Sebelumnya, estimasi produksi minyak mereka berada pada kisaran 11,76 juta barrel per hari pada bulan Juni lalu. 

Administrator Energy Information Administration (EIA) AS Linda Capuano megatakan, mereka telah memrediksi rata-rata produksi minyak AS dapat meningkat hingga 12 juta barrel per hari. 

"Jika prediksi ini benar, dapat membuat AS memimpin sebagai produsen minyak terbesar di dunia," ujar Linda.

Sebelumnya, produksi minyak AS telah berada pada kisaran 10 juta barrel per hari sejak Februari lalu. 

Di sisi lain, Arab Saudi mengatakan kepada OPEC bahwa mereka akan meningkatkan produksi minyak menjadi 10,5 juta barrel per hari bulan lalu untuk menyeimbangi lonjakan harga-harga minyak dunia. 

Perkiraan produksi minyak oleh EIA sebesar 10,8 juta barrel per hari tersebut di atas rekor pada 1970 sebesar 9,6 juta per hari. 

Selain itu, ramalan produksi minyak globalnya untuk pada 2019 mendatang dinaikkan menjadi 102,54 juta barel per hari dari perkiraan sebelumnya 102,21 juta per hari. 

Sementara, EIA juga menurunkan perkiraan permintaan global mereka pada 2019 mendatang.


Sumber : https://ekonomi.kompas.com

Selasa, 10 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Perang Dagang AS-China Bisa Jadi Peluang buat RI



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dimulai. Ini ditandai dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang resmi memberikan tarif sebesar USD 34 miliar ke 818 kategori produk China pada Jumat pekan lalu. Kemudian, China merespons dengan mengenakan tarif ke produk-produk AS.

Perang dagang kini makin memanas usai Trump menegaskan akan menambah daftar produk asal Negeri Tirai Bambu yang kena bea masuk menjadi lebih dari USD 500 miliar.

Menyikapi itu, Indonesia sebaiknya tidak lantas panik serta turut dapat memanfaatkan momentum perang dagang AS-China. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menyatakan, situasi panas kedua negara besar tersebut otomatis akan turut berimbas kepada perdagangan Indonesia.

"Mau apa pun ceritanya itu akan berdampak ke perdagangan kita. Minimal, ada trade diversion (pengalihan perdagangan)," ungkap dia di Jakarta, seperti dikutip Selasa (10/7/2018).

Meski demikian, ia menyampaikan, Indonesia harus tetap mampu mencari kesempatan dan memanfaatkan momentum dalam kondisi kisruh ini. Oke mengimbau pelaku perdagangan dalam negeri untuk dapat memanfaatkan potensi perjanjian dagang bilateral antar negara yang sudah ada. Sebagai contoh, perjanjian ASEAN-China.

"ASEAN-China itu hampir 95 persen komoditas sudah diperjanjikan. Jadi sudah banyak yang bisa kita manfaatkan. Sehingga kalau China misal menjadi kurang kebutuhan karena pasokan di situ tidak ada, kita bisa manfaatkan," terangnya.

Namun begitu, dia menekankan, perang dagang ini sejatinya berdampak merugikan bagi banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, ia terus mendorong agar Indonesia bisa melihat opportunity yang ada.

"Ya kita pada akhirnya menyepakati kalau perang dagang itu tidak baik bagi kita, rugi bagi semuanya. Makanya kita mungkin harus melihat lebih banyak supaya dapat mengoptimalkan (momentum) dari situasi yang ada," imbau dia.


Strategi RI

Pemerintah Indonesia menyatakan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah AS terkait rencana mengenakan tarif bea masuk bagi 124 produk asal Indonesia. Namun demikian, Indonesia juga menyiapkan langkah antisipasi dari kebijakan tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pengenaan tarif bea masuk tersebut merupakan bagian dari langkah AS mengkaji ulang kebijakan Generalized System of Preference (GPS) untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia. GSP yaitu fasilitas keringanan bea mausk dari negara maju untuk produk-produk ekspor negara berkembang.

"Sesuatu yang biasa GSP di-review. GSP tidak mencerminkan sesuatu hal dengan perdagangan Indonesia. Semua negara yang punya GSP di-review, tapi Indonesia jadi salah satu negara yang dilakukan review tahun ini," ujar dia di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).

Dia mengungkapkan, Indonesia hanya menempati urutan ke-17 sebagai negara mitra dagang AS. Dengan demikian, review GSP ini tidak akan berdampak signifikan bagi perdagangan kedua negara.

"Tadi kita lihat geopolitik, Indonesia di AS ranking 17 dan juga dari segi impor dan ekspor. Kami tidak melihat ini akan menjadi ancaman yang besar bagi Indonesia. Kita komunikasi dan lakukan pembicaraan," kata dia.

Namun demikian, lanjut Airlangga, Indonesia tidak akan menyerah begitu saja dengan kebijakan dagang yang diterapkan AS. Menurut dia, Indonesia tetap akan mengoptimalkan ekspor produk-produk unggalan ke Negeri Paman Sam.

"Terhadap sektor yang belum dimanfaatkan pemerintah akan sosialisasi terhadap produk yang masih di dalam GSP yang bisa dimanfaatkan untuk ekspor ke AS. Ini kita akan lakukan kajian, misal prioritasnya kelapa sawit, industri tekstil dan harmonisasinya perlu diringankan. Sektor lain seperti otomotif, pembicaraan dengan Vietnam jadi prioritas. Ada beberapa prioritas yang dibahas," tandas dia.


Sumber : www.liputan6.com/bisnis

Senin, 09 Juli 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar AS Nyaris Rp 15.000, Pengusaha Muda Minta Jokowi Bertindak




PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolas Amerika Serikat (AS). Pekan lalu, dolar AS berakhir di kisaran Rp 14.400.

Ketua BPP HIPMI (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bidang Ekonomi, Muhamad Idrus mengkhawatirkan pekan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menebus angka Rp 15.000. Karena itu, lanjut Idrus, HIPMI menghimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memberikan solusi.

"Para analis perbankan memprediksi dolar AS akan jatuh pada angka Rp 14.600. Antisipasi kemungkinan terburuk pekan depan, yaitu tembus Rp 15.000. Kami mengimbau dengan segera agar presiden bertindak," kata Idrus dalam keterangan tertulis, Senin (9/7/2018).

Idrus mengatakan pelemahan rupiah bukan hanya semata karena persaingan dagang antara AS dengan China dan Uni Eropa, tapi juga disebabkan faktor internal. Karena itu, lanjutnya, Jokowi segera bertindak berupa mengeluarkan kebijakan penyelamatan rupiah.

Idrus menambahkan, jika dolar AS menembus Rp 15.000, maka perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Industri Indonesia, menurutnya, banyak tergantung bahan baku impor.

"Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi Foot Loose Industry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps," katanya.

Idrus pun mengimbau agar masyarakat tidak memborong dolar dan memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

"Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, (yaitu) memborong dolar," ucapnya.


Sumber : https://finance.detik.com

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.