PT Rifan Financindo Berjangka Solo

PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Pondok Asri Tawangmangu

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing 8 th Anniversary Bersama Back Office-Marketing Di Pondok Asri Tawangmangu, Karanganyar

Senin, 20 November 2017

Harga Emas Mingguan Meningkat Lebih 1 Persen

RIFAN FINANCINDO - Harga Emas naik pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (18/11) terbantu pelemahan dolar AS karena ketidakpastian reformasi pajak AS.

Harga Emas spot LLG berakhir naik 1,21 persen pada level $ 1,293.26 per ons. Emas naik 1,21 persen dalam sepekan, membawa kenaikan 1,39 persen sebagai kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember naik 0,85 persen menjadi $ 1,289.10.

Dewan Perwakilan Rakyat A.S. menyetujui pada hari Kamis sebuah paket pemotongan pajak, sementara panel Senat memperbarui versi undang-undang yang mendukung Presiden Donald Trump.

Dolar melemah terhadap sekeranjang enam mata uang utama dan ditetapkan untuk kerugian mingguan terbesarnya dalam lebih dari sebulan.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,22 persen pada $ 17.118 per ons, tertinggal dari emas tahun ini dengan kenaikan 7 persen versus emas 10 persen.

Platinum naik 1,51 persen menjadi $ 945.10 dan paladium naik 0,64 persen menjadi $ 993,55.

Untuk minggu ini, perak telah meningkat 1 persen, dalam minggu terbaiknya dalam lima minggu. Platinum naik 1,6 persen, menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sementara paladium turun 0,6 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Juga pelemahan bursa AS akhir pekan, jika dapat menekan bursa global akan memicu kenaikan harga emas. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,295-$ 1,297, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,291-$ 1,289. 

( vibiznews.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Kamis, 16 November 2017

Rupiah Hanya Menguat Tipis Saat USD Bergerak Defensif

RIFANFINANCINDO - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka menguat tipis, atau tidak terlalu tinggi dibanding penutupan kemarin. Kondisi ini di tengah menguat kondisi USD yang mengalami defensif.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.538/USD atau menguat tipis dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.539/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.540/USD atau lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.531/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.532/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak melemah ke level Rp13.543/USD dengan kisaran level Rp13.528-Rp13.545/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.546/USD atau melemah dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.535/USD dan pada pukul 10.06 WIB bergerak ke level Rp13.544/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.531-Rp13.546/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD defensif karena adanya keraguan pada prospek reformasi pajak AS mengimbangi kenaikan inflasi AS. Sementara dolar Australia melayang mendekati posisi terendahnya dalam empat bulan menjelang data pekerjaan utama.

Indeks ISD turun ke level 93.402, terlemah dalam hampir empat pekan, dan terakhir berada pada posisi 93.851 untuk melemah 0,6% sejauh pekan ini.

Euro terhadap USD diperdagangkan pada level 1,1774 setelah naik ke level 1,1862, level terbaiknya dalam satu bulan. USD merosot ke 112,47 terhadap yen kemarin dan ke posisi 112,87 pada awal perdagangan Asia hari ini.

Dolar Australia mencapai titik terendah dalam empat bulan di level 0,7574 pada hari sebelumnya karena pembacaan upah yang sangat lemah. Itu terakhir di level 0,7587. Terhadap yen, Aussie mencapai level terendah dalam tiga bulan sebesar 85,56, setelah mencatat kerugian harian terbesar sejak pertengahan Agustus.  ( sindonews.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Rabu, 15 November 2017

Neraca Dagang RI Oktober Diprediksi Surplus US$ 1,3-1,7 Miliar

RIFAN FINANCINDO - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan akan melanjutkan surplus di Oktober 2017 sekitar US$ 1,3 miliar-US$ 1,7 miliar. Pertumbuhan impor, terutama barang modal diproyeksikan melaju kencang dibanding pertumbuhan ekspor. Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede memprediksi laju pertumbuhan ekspor sebesar 12,6 persen (year on year/yoy) atau lebih rendah dibanding pertumbuhan impor sebesar 15,06 persen

"Neraca perdagangan Oktober 2017 diperkirakan surplus US$ 1,7 miliar," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (15/11/2017). Josua menjelaskan, pertumbuhan ekspor 12,6 persen ditopang solidnya volume permintaan ekspor yang didorong kenaikan aktivitas manufaktur mitra dagang utama Indonesia, seperti Jepang, zona Eropa, dan Jepang.

"Kenaikan harga minyak dunia sebesar 5,2 persen (month to month/mom) sepanjang Oktober tetap menopang kenaikan harga komoditas ekspor CPO 3,5 persen mom dan batu bara 2,7 pesen mom, meski harga karet alam cenderung turun di Oktober," terangnya. Sedangkan impor tumbuh 15,06 persen yoy, diakui Josua, karena ditopang kenaikan impor barang modal seiring solidnya tren investasi. Diperkuat dengan stabilnya tren positif penjualan semen.

Dihubungi terpisah, Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara meramalkan surplus neraca dagang Oktober ini sekitar US$ 1 miliar-US$ 1,3 miliar. "Neraca dagang Oktober ini surplus sebesar US$ 1 miliar-US$ 1,3 miliar dengan pertumbuhan ekspor 15 persen dan impor 16 persen," ujarnya.

Lebih jauh Bhima mengatakan, surplus dipicu kenaikan ekspor komoditas, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Tren permintaan batu bara dan sawit dari China akan terus berlangsung seiring pemulihan industri manufaktur China. "Berkurangnya pasokan minyak Amerika Serikat (AS), kebutuhan energi menjelang musim dingin, dan konflik internal di Arab Saudi membuat harga minyak mentah naik di atas US$ 56 per dolar AS," terangnya.

Namun demikian, Bhima mencermati, Oktober ini merupakan awal mula dari tren kenaikan impor, khususnya barang konsumsi dan memenuhi stok jelang libur Natal dan Tahun Baru. "Kenaikan nilai impor juga dipengaruhi faktor pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS sejak akhir September. Hal ini bisa menekan surplus perdagangan sehingga masih sulit menembus lebih dari US$ 2 miliar," katanya. ( liputan6.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Selasa, 14 November 2017

Dulu Jadi Tujuan, Hypermarket Kini Mulai Ditinggalkan

PT RIFAN FINANCINDO - Hypermarket merupakan tujuan favorit banyak keluarga untuk menghabiskan waktu luang ketika libur akhir pekan tiba. Tapi itu dulu, sekarang mulai ditinggalkan karena terjadi perubahan pola hidup masyarakat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, masyarakat saat ini lebih memilih berlibur ke tempat pariwisata daripada sekadar ke hypermarket. Adanya peningkatan taraf hidup menjadi sebab terjadinya perubahan.

"Kalian weekend dulu ke hypermarket bisa makan, belanja, jalan. Nah, tapi kemudian dengan perbaikan income masyarakat yang masuk kelas menengah, mereka mulai mengalihkan makanan sehari-hari jadi yang sifatnya leisure (pariwisata)," ujarnya di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Tanda-tanda hypermarket sudah menjadi kenangan juga terlihat dari arah kendaraan yang kini ramai menuju fasilitas transportasi seperti bandara. Tidak hanya perjalanan jauh dengan pesawat, sebagian masyarakat tetap ada yang memilih tempat pariwisata terdekat.

"Kemacetan di transportasi darat sampai ke bandara ketika long weekend, dia konsumsi leisure. Dulu ke hypermarket, sekarang ke yang beneran (pariwisata) ke Taman Safari, misalnya yang sifatnya wisata, enggak belanja, uangnya ke hotel, transportasi dan yang terkait leisure," terang Bambang.

Sementara, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga pada kuartal III/2017 yang terbesar yakni konsumsi transportasi dan komunikasi sebesar 0,52%, lalu pengeluran lain 0,12%. Sementara, yang mengalami penurunan terbesar yaitu konsumsi pakaian, alas kaki dan jasa perawatan 1,47%. 
( sindonews.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Senin, 13 November 2017

IHSG Diramalkan Masih Bersandar di Zona Merah

RIFANFINANCINDO -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bertahan di teritori negatif pada awal pekan ini, Senin (13/11), akibat minimnya sentimen positif bagi indeks.

Analis Lotus Andalan Sekuritas Krishna Setiawan mengatakan, data makro ekonomi cukup mengecewakan bagi pelaku pasar. Misalnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 yang di bawah prediksi pasar, yakni hanya 5,06 persen.

"Sentimen dari domestik tidak terlalu memuaskan bagi pelaku pasar," terang Krishan kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (13/11).

Selain itu, cadangan devisa Indonesia per Oktober 2017 juga turun menjadi US$126,5 miliar dibandingkan dengan September 2017 yang mencapai US$129,4 miliar.

"(Pekan ini) rasanya saya belum lihat ada sentimen yang mengubah kondisi IHSG," sambung Krishna.

Maka itu, jelas Krishna, ia memprediksi IHSG bergerak terbatas sepanjang pekan ini dengan rentang support 5.980 dan resistance 6.060.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kemungkinan besar IHSG hanya akan digerakan oleh sentimen individual. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang resmi melakukan pemecahan harga saham (stock split) pada akhir pekan lalu, Jumat (10/11).

"Jadi untuk BRI masih bisa naik lagi harga sahamnya, nantinya sedikit banyak akan menopang IHSG," tutur Krishna.

Di sisi lain, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya justru optimis IHSG bisa berbalik arah positif pada perdagangan hari ini.

"kondisi pergerakan IHSG masih terlihat cukup kuat bertahan dalam rentang konsolidasi wajar," kata William melalui risetnya.

Tak tanggung-tanggung, William bahkan memprediksi IHSG dapat menyentuh level resistance di angka 6.123 dengan level terbawah atau support 5.972.

"IHSG hari ini berpotensi melaju di zona positif," pungkas William.

Adapun, IHSG sepanjang pekan lalu terkoreksi 0,29 persen ke level 6.021. Sementara, nilai kapitalisasi pasar mengikuti dengan penurunan 0,29 persen menjadi Rp6.665 triliun.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Wall Street juga terpantau melemah. Dow Jones dan S&P500 masing-masing turun 0,17 persen dan 0,09 persen, sedangkan Nasdaq Composite hanya menguat tipis 0,01 persen. ( cnnindonesia.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Jumat, 10 November 2017

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

RIFANFINANCINDO - Harga emas naik terimbas melemahnya dolar. Sementara harga paladium turun meski tetap mendekati posisi puncak dalam 16 tahun.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/11/2017), harga emas di pasar spot emas naik 0,4 persen menjadi US$ 1.286,27 per ounce, usai menyentuh posisi tertingginya di US$ 1.288.13, sejak 20 Oktober.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 3,80 atau 0,3 persen ke posisi US$ 1.287,50 per ounce.

Dolar jatuh ke level terendah enam hari terhadap mata uang lainnya, karena investor menolak keras munculnya rincian rencana pemotongan pajak versi Partai Republik.

"Meskipun penurunan dolar membuat pedagang emas tersenyum usai lama menderita, penting untuk dicatat. Sepertinya ada tidak adanya risk aversion premium pada harga emas, membuat nasib logam mulia ini akan dipengaruhi dolar saja," kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

Senat Republik dalam usulannya, menunda pemotongan pajak selama satu tahun, menurut Anggota Komite Keuangan Bill Cassidy.

Emas masih menarik dukungan jangka pendek dari ketidakpastian kebijakan pajak AS.

"Tren keseluruhan telah bergeser menjadi anetral ke tren negatif, meski sudah cukup solid. Permintaan keluar dari spekulan," kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior  U.S. Bank Wealth Management.

Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas meluncur pada kuartal terakhir ke level terendah dalam delapan tahun.

Sementara harga logam lainnya, paladium turun 0,2 persen menjadi US$ 1,011 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 2001 di US$ 1,026.10. Pada bulan September, paladium menjadi lebih berharga dari pada platinum untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.   

"Ada kegelisahan di sekitar pasar platina, dampak  melemahnya permintaan di sektor tersebut akibat paladium," kata analis ANZ Daniel Hynes.   

Sementara itu, harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 16,98 per ounce. Adapun harga platinum naik 0,8 persen ke posis US$ 938,30 per ounce. ( liputan6.com )


Baca Juga

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Kamis, 09 November 2017

Harga Emas Berakhir Naik, Penguatan Wall Street Dapat Menahan Kenaikan

RIFAN FINANCINDO - Harga Emas naik pada akhir perdagangan Kamis dinihari (09/11), bergerak di dekat level tertinggi tiga minggu terbantu pelemahan dolar AS pada ekspektasi kemungkinan penundaan reformasi pajak A.S.

Harga emas spot LLG berakhir naik 0,48 persen pada $ 1,281.18 per ons.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember naik $ 7,90 atau 0,6 persen menjadi $ 1,283.70 per ons.

Juru bicara perwakilan parlemen A.S. Paul Ryan membukakan pintu terhadap kemungkinan penundaan dalam menerapkan tarif pajak yang lebih rendah untuk perusahaan, menyusul sebuah laporan media bahwa rekan senat Republik lainnya sedang menjajaki opsi tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 0,1 persen mendekati level terendah 3,5 bulan yang disentuh dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan suku bunga Desember telah dipasarkan ke pasar, kata para pedagang. Tapi potensi penundaan dalam rencana pajak bisa berarti moderasi dalam kenaikan suku bunga tahun depan, yang bisa mendukung emas.

Meningkatnya suku bunga A.S. cenderung mendorong dolar dan menaikkan biaya kesempatan untuk menahan aset yang tidak menghasilkan seperti emas.

Dalam permintaan fisik, pejabat industri dan analis memperingatkan bahwa impor emas India pada kuartal terakhir 2017 bisa turun 25 persen dari tahun lalu karena permintaan yang lemah selama festival utama dan karena investor mencari keuntungan yang lebih baik dari aset berisiko seperti ekuitas.

Di logam mulia lainnya, paladium naik 2,19 persen pada $ 1,014.50 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 2001 di $ 1,019.

Premi Palladium di atas platinum mencapai $ 85 per ons, juga tertinggi sejak Mei 2001. Pada bulan September, paladium menjadi lebih berharga daripada platinum untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

Logam, yang banyak digunakan untuk katalis mobil untuk membersihkan polusi dari asap knalpot, telah mengumpulkan defisit pasokan yang diharapkan dan permintaan yang lebih tinggi di pasar mobil. Sebagian besar permintaan berasal dari Tiongkok dan sebagian wilayah Amerika Serikat dan Karibia dimana kendaraan rusak akibat topan, kata analis.

Sementara itu, perak naik 0,6 persen pada $ 17,054 per ons sementara platinum naik 1,05 persen pada $ 932,20 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi turun dengan penguatan bursa Wall Street dapat mendorong kenaikan bursa global, sehingga menekan harga emas. Namun jika pelemahan dolar AS terus terjadi akan mengangkat harga. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,279-$ 1,277, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,283-$ 1,285. ( vibiznews.com )


Baca Juga :

Sosialisasi Industri Perdagangan Berjangka komoditi | PT RIFAN FINANCINDO

Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | RIFAN FINANCINDO

Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.