Selasa, 01 September 2015

Indeks Manufaktur China Turun Ke Terendah Di 3 Tahun Terakhir

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Indeks Manufaktur China jatuh ke angka terendahnya dalam tiga tahun terakhir seirng dengan pemangkasan suku buga selama lima kali sejak November yang gagal untuk menghidupkan kembali pertumbuhan serta penurunan harga.

Indeks PMI berada pada 49,7 untuk Agustus, sesuai dengan perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg dan turun dari angka 50 pada bulan Juli. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Indikator resmi sejalan dengan survei swasta - Indeks Pembelian Manajer awal 'dari Caixin Media dan Markit Economics - yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari enam tahun.

PBOC pekan lalu menurunkan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sejak November dan memungkinkan yuan untuk terdevaluasi pada 11 Agustus lalu dalam sebuah langkah yang akan membantu meningkatkan daya saing ekspor. Dengan memperdalam gerbang pabrik deflasi dan lambannya permintaan eksternal di luar pasar AS, produsen belum menanggapi mengenai pelonggaran moneter.

China masih melihat "resesi lebih" pada pertumbuhan tahun 2015 dalam bentuk "perlambatan yang tidak merata", dikatakan oleh Andrew Tilton dan Yu song yang merupakan pimpinan ekonom dari Goldman Sachs Group Inc, menulis dalam sebuah catatannya sebelum rilis data, sehingga memangkas perkiraan GDP China untuk 2016. "Kebijakan pelonggaran dimulai bulan Maret sepertinya dapat membantu menghidupkan kembali pertumbuhan pada bulan Mei dan Juni. Tapi pertumbuhan telah kembali melambat pada bulan Juli dan Agustus, sehingga mendorong kekhawatiran pasar dan para pembuat kebijakan," tulis mereka.

Indeks Shanghai Composite kehilangan 12% pada Agustus setelah tergelincir 14% pada bulan Juli. Ayunan di pasar China pada bulan Agustus telah mengguncang para investor di seluruh dunia karena mereka berjuang untuk mengantisipasi tindakan kebijakan dalam perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Pemerintah kembali mengintervensi dalam ekuitas pekan lalu guna menghentikan aksi jual terbesar sejak tahun 1996. Upaya untuk mendukung pasar tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas. Pasar keuangan China akan ditutup hari Kamis dan Jumat untuk memperingati Perang Dunia II.(yds)

Sumber: Bloomberg

 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.