RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas
bergerak mendatar namun tetap berada di bawah level tertingginya dalam
dua pekan terakhir pada hari ini seiring penguatan dollar dan para
pelaku pasar menunggu rilis risalah pertemuan the Fed untuk petunjuk
tentang waktu kenaikan suku bunga AS. Spot
emas ditransaksikan pada level $1,144.50 per ons pukul 07.39 waktu
Singapura. Emas melonjak ke level $1,153.30 pada sesi sebelumnya yang
merupakan level tertingginnya sejak 24 September lalu sebelum ditutup
turun 0.1 persen akibat penguatan dolar.
Penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya risk appetite dan menguat terhadap euro dan Swiss franc. Penurunan
bullion dibatasi oleh spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan
suku bunga pertama dalam hampir satu dekade hingga 2016 mendatang, pasca
pelemahan serangkaian data ekonomi AS. Risalah
dari pertemuan terakhir The Fed pada bulan September akan dirilis pukul
1800 GMT, dengan pasar mengawasi pandangan para pejabat bank sentral AS
terkait ekonomi global dan dampaknya terhadap kebijakan moneter AS.
Emas
sebelumnya mendapat tekanan dari ekspektasi bahwa The Fed akan
menaikkan suku bunga tahun ini, berpotensi mengangkat aset beresiko.
Penundaan kenaikan suku bunga dapat mendorong harga emas dalam jangka
pendek.Kembalinya atas konsumen China dari liburan selama sepekan terakhir juga bisa memberikan dukungan untuk harga pada hari Kamis. SPDR
Gold Trust, reksadana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa
terbesar di dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 0,26 persen
menjadi 687,20 ton pada hari Rabu. (izr)
Sumber: Reuters







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.