RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Euro
melemah untuk hari kedua diiringi penurunan tingkat inflasi di kawasan
tersebut ditambah spekulasi Bank Central Eropa (ECB) yang akan
memperluas stimulus moneter karena Federal Reserve bersiap untuk
menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Mata uang tunggal
turun untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir sampai kemarin,
diikuti kemerosotan harga konsumen di zona euro sebesar 0,1 % pada bulan
September dari tahun sebelumnya, penurunan untuk pertama kalinya dalam 6
bulan terakhir. Sementara itu, Dolar Australia dan Selandia Baru naik
setelah indeks manufaktur China meningkat pada bulan September.
Euro turun 0,1 % ke
level $ 1,1164 pada pukul 10:34 pagi waktu Tokyo, setelah kemarin
melemah 0,6 %. Ini naik 0,3 % pada kuartal ketiga, menyusul penguatan
untuk kedua kalinya sebesar 3,9 %. Euro mengalami kinerja
terbaik setelah yen selama 3 bulan terakhir di antara 10 mata uang
negara berkembang, seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi di China
memicu kemerosotan dalam ekuitas di seluruh dunia. (knc)
Sumber : Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.