Kamis, 01 Oktober 2015

Euro Melemah Untuk Hari Kedua Terkait Spekulasi Stimulus ECB


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Euro melemah untuk hari kedua diiringi penurunan tingkat inflasi di kawasan tersebut ditambah spekulasi Bank Central Eropa (ECB) yang akan memperluas stimulus moneter karena Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. 

Mata uang tunggal turun untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir sampai kemarin, diikuti kemerosotan harga konsumen di zona euro sebesar 0,1 % pada bulan September dari tahun sebelumnya, penurunan untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir. Sementara itu, Dolar Australia dan Selandia Baru naik setelah indeks manufaktur China meningkat pada bulan September. 

Euro turun 0,1 % ke level $ 1,1164 pada pukul 10:34 pagi waktu Tokyo, setelah kemarin melemah 0,6 %. Ini naik 0,3 % pada kuartal ketiga, menyusul penguatan untuk kedua kalinya sebesar 3,9 %. Euro mengalami kinerja terbaik setelah yen selama 3 bulan terakhir di antara 10 mata uang negara berkembang, seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi di China memicu kemerosotan dalam ekuitas di seluruh dunia. (knc) 

Sumber : Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.