Selasa, 24 Desember 2019

RIFAN FINANCINDO - CEO Boeing Dipecat Untuk Kembalikan Kepercayaan









RIFAN FINANCINDO - Boeing memutuskan untuk memecat CEO mereka Dennies Muilenburg. Pemecatan dilakukan setelah perusahaan tersebut mengalami sejumlah masalah selama setahun belakangan ini.

Masalah tersebut salah satunya berkaitan dengan kecelakaan fatal yang menimpa dua pesawat Boeing 737 Max 8 produksi mereka setahun belakangan ini.

Dalam pernyataan yang dilansir dari CNN.com, Boeing menyatakan keputusan pemecatan Muilenberg dilakukan karena pelanggan dan regulator penerbangan tidak lagi mempercayai pengambil keputusan perusahaan.

"Suatu perubahan dalam kepemimpinan di perusahaan diperlukan dalam rangka mengembalikan kepercayaan kepada perusahaan. Supaya hubungan dengan regulator, pelanggan dan semua pemangku kepentingan bisa diperbaiki lagi," kata mereka dalam pernyataan tersebut.

Sebagai informasi citra Boeing sebagai salah satu produsen pesawat terbesar dunia setahun belakangan ini memang tengah terpuruk. Keterpurukan terjadi setelah Boeing 737 Max mengalami kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia beberapa waktu lalu.

Pesawat tersebut merupakan jet komersial terlaris perusahaan itu. Kecelakaan tersebut diduga akibat permasalahan dengan perangkat lunak mereka.

Akibat kecelakaan dan permasalahan tersebut, kinerja penjualan pesawat Boeing turun. Data mereka, sepanjang kuartal III 2019, pengiriman pesanan pesawat komersial mereka hanya mampu mencapai 63 unit.

Sementara itu seorang pengungkap fakta mengatakan Boeing memiliki masalah budaya dalam produksi mereka. Ia menyebut Boeing sering mengambil jalan pintas untuk menghemat biaya dan membuat kesalahan produksi.


Sumber : cnnindonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.