Kamis, 09 Januari 2020

RIFAN FINANCINDO - Rupiah terus menguat ke Rp 13.853 per dolar AS








RIFAN FINANCINDO - Kurs rupiah terus menguat setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan tidak membalas serangan Iran.  Mengutip Bloomberg, Kamis (9/1), pukul 10.18 WIB rupiah menguat 0,35% atau naik 47 poin ke Rp 13.853 per dolar AS.

Rupiah tersebut menguat dibandingkan harga penutupan perdagangan Rabu yang di posisi Rp 13.900 per dolar AS.

Posisi ini juga menguat dari harga di pembukaan pada pukul 8.11 WIB, dimana kurs rupiah spot menguat 0,25% ke Rp 13.865 per dolar AS. Ini adalah posisi terkuat rupiah sejak 7 Juni 2018.

Penguatan ini juga tak terlepas dari meredanya potensi perang AS-Iran dan pengumuman cadangan devisa oleh Bank Indonesia per Desember 2019 yang naik sebesar US$ 126,6 miliar menjadi US$ 129,2 miliar dolar AS dari bulan November 2019.

Kemarin, Bloomberg juga melaporkan bahwa Indonesia mendapatkan pesanan US$ 5,9 miliar untuk obligasi global yang ditawarkan US$ 2 miliar.

Penawaran masuk untuk obligasi global bertenor 10 tahun mencapai US$ 3,6 miliar dari rencana penerbitan US$ 1,2 miliar. Sedangkan penawaran masuk untuk obligasi bertenor 30 tahun mencapai US$ 2,3 miliar. Indonesia hanya menerbitkan US$ 800 juta untuk obligasi global tenor panjang ini.

Selain rupiah,  dolar Singapura juga menguat tipis 0,01% ke 1.3501 terhadap dolar AS. Mata uang China, yuan juga menguat 0,22% ke 6.9255 per dolar AS dan dolar Australia juga menguat 0,07% ke 0.6870 per dolar AS.


Sumber : kontan

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.