Jumat, 28 Agustus 2015

Emas Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Bulan ini Seiring Reli Ekuitas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas menuju penurunan mingguan terbesar dalam sebulan terakhir pasca sebuah laporan menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal kedua, mengurangi daya tarik logam sebagai aset safe haven. 

Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah pada level $1,126.27 per ons pukul 8:58 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Emas telah turun sebesar 2,7 persen pekan ini, penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. 

Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,7 persen pada kuartal kedua, melebihi semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, mendorong penguatan ekuitas Asia dan AS dan dolar. Pertumbuhan ekonomi meredupkan kilau emas karena meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan segera memulai pengetatan kebijakan moneternya, mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak dapat membayar bunga. 

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,3 persen ke level $1.126 per ons di Comex, menuju penurunan sebesar 2,9 persen pekan ini. Paladium naik sebesar 3,3 persen ke level $581 per ons, memperpanjang kenaikan sebesar 5,6 persen pada Kamis, terbesar sejak Desember 2011 lalu. Perak untuk pengiriman segera meningkat sebesar 0,4 persen ke level $14,5530 per ons, sementara platinum naik 0,8 persen ke level $1,008.50 per ons. (izr)
 
Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.