Jumat, 28 Agustus 2015

Saham Jepang Naik untuk Hari Ketiga Pasca Reli Saham AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Saham Jepang melonjak mengirim indeks Topix menuju kenaikan tiga hari terbesar dalam lebih dari dua tahun terakhir, seiring rebound ekuitas global yang tengah mendapatkan momentum dan yen melemah terhadap dolar. 


Pelemahan mata uang mendorong eksportir, termasuk Saham Fuji Heavy Industries Ltd, produsen automotif Subaru, melonjak sebesar 4,7 persen. Saham Trading house Mitsubishi Corp menguat 7,5 persen pasca setuju untuk berinvestasi sebanyak $1.09 miliar pada pedagang komoditas pangan yang berbasis di Singapura. Saham energi memimpin kenaikan pasca kenaikan tajam harga minyak dalam enam tahun terakhir. Saham Nexon Co naik sebesar 7,2 persen setelah broker meningkatkan saham gamemaker tersebut. 

Indeks Topix naik sebesar 3,1 persen ke level 1,547.40 pada istirahat perdagangan di Tokyo, menuju reli hari tiga sebesar 8 persen, terbesar sejak April 2013 lalu. Indeks masih mengalami penurunan sebesar 1,6 persen pada pekan ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 2,8 persen ke level 19,088.10. Yen ditransaksikan pada level 121,09 per dolar pasca melemah sebesar 0,9 persen pada hari Kamis. Sebuah laporan menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal kedua, meningkatkan optimisme bahwa kekuatan di Amerika mungkin melawan perlambatan ekonomi di China. 
(izr)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.