Jumat, 04 September 2015

Dolar Menguat, Harga Emas Turun

Dolar Menguat, Harga Emas Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Harga emas acuan dunia selama dua hari, sejak Kamis hingga Jumat, mengalami penurunan. Hal ini ini terjadi menjelang rilis data pekerjaan AS. Dikutip dari Laman CNBC, Jumat, 4 September 2015, pelemahan emas dipicu menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap negara mitra dagang utamanya dan rencana Bank Sentral menaikkan suku bunga.
Harga spot emas sedikit berubah ke level US$1.125,31 per ons setelah kehilangan sekitar satu persen dalam dua sesi terakhir. Logam jatuh ke level terendah dari US$1.121,35.  Emas AS  kuat di US$1.124

Emas domestik

Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini bergerak turun Rp2.000 dari level Rp560 ribu per gram, menjadi Rp558 ribu. Sedangkan untuk buyback (pembelian kembali), harga logam mulia Antam juga tetap di posisi Rp498 ribu ribu per gram. Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar dikutip dari laman logammulia. 

Pecahan satu gram Rp558 ribu, lima gram Rp2,645 juta, 10 gram Rp5,240 juta, 25 gram Rp13,025 juta, 50 gram Rp26 juta, 100 gram Rp52,950 juta, 250 gram Rp129,750 juta, dan 500 gram Rp259,3 juta. Saat ini, emas antam ukuran 250 dan 500 gram telah habis terjual, ukuran lainnya masih tersedia. Pembelian emas batangan langsung  di kantor Antam Jakarta dibatasi hanya 150 antrean. 

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.