Senin, 07 September 2015

Emas Mendekati Level Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas mendekati level terendah dalam lebih dari dua pekan terakhir pasca tingkat pengangguran AS turun ke level terendah tujuh tahun, sehingga mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya di bulan ini.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,4% menjadi $ 1,117.89 per ons sebelum diperdagangkan di level $ 1,121.78 pada 9:22 pagi di Singapura, menurut harga Bloomberg. Harga jatuh ke level $ 1,116.93 dalam perdagangan intraday Jumat, level terendah sejak 19 Agustus, dan membukukan penurunan mingguan keduanya.

Tingkat pengangguran turun menjadi 5,1% pada Agustus, level terendah sejak April 2008, sebuah laporan pemerintah menunjukkan pada Jumat. The Fed sedang mempertimbangkan apakah perekonomian cukup kuat untuk mengetatkan kebijakan moneter, karena ini dapat mengekang daya tarik emas karena logam tidak membayar bunga seperti aset lain seperti obligasi. Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs bank Sabtu bahwa gejolak dalam ekuitas China akan berakhir.

Perak untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi $ 14,6365 per ons. Platinum turun 0,4% menjadi $ 987,10 per ons, sementara paladium naik 0,4% menjadi $ 577,50 per ons.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.