Kamis, 03 September 2015

Emas Tergelincir Terkait Penguatan Dolar, Ekuitas; Mata Tertuju Data Pekerjaan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas lanjutkan penurunan semalam pada hari Kamis, tertekan oleh penguatan dolar dan ekuitas, dan karena investor menunggu laporan pekerjaan resmi AS akhir pekan ini untuk mengukur waktu dari kenaikan suku bunga Federal Reserve. Spot emas telah turun 0,1 persen ke level $1,132.25 per ons pukul 07:42 waktu Singapura, pasca turun 0,5 persen pada hari Rabu. Emas AS tergelincir 0,2 persen ke level $1,131.90. Pasar financial di China, konsumen emas terbesar, ditutup pada hari Kamis dan Jumat untuk hari libur umum, dan tidak adanya pembeli China bisa membebani harga logam lebih lanjut.  


Pedagang sedang menunggu rilis data AS nonfarm payrolls Agustus pada Jumat pekan ini untuk mengukur kekuatan ekonomi dan dampaknya terkait waktu kenaikan suku bunga oleh The Fed. Bank sentral AS telah mematok kemungkinan kenaikan suku bunga untuk kekuatan data ekonomi.

Pedagang emas tetap waspada mengambil posisi baru sampai mereka menerima kejelasan lebih lanjut tentang apakah The Fed akan menaikkan suku pada pertemuan 16-17 September mendatang. Suku bunga rendah memangkas opportunity cost memegang bullion non-unggul.

Data payrolls AS sektor swata pada hari Rabu menunjukkan bahwa momentum pasar tenaga kerja cenderung tetap cukup kuat bagi the Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga tahun ini. (izr)

Sumber: Reuters

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.