Kamis, 03 September 2015

Penjualan Ritel Australia Turun Akibat Melesunya Perekonomian

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Penjualan ritel Australia secara tak terduga turun pada bulan Juli, ini merupakan penurunan pertama sejak Mei 2014, ditengah tingginya tingkat hutang di kalangan konsumen yang membuat menurunya daya beli.




Penjualan turun 0,1% dari bulan sebelumnya, ketika naik direvisi 0,6% - lebih rendah dari pertama kali yang dilaporkan, data pemerintah menunjukkan Kamis. Hasilnya dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg dari 26 ekonom untuk kenaikan 0,4%.

Data sesuai dengan kenaikan tingkat tabungan rumah tangga dan menunjukkan sedikit perbaikan dalam perekonomian pada awal kuartal ketiga setelah melambatnya pertumbuhan yang melesu 0,2% pada kuartal kedua. Melemahnya penjualan diharapkan dapat mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut dari rekor rendah 2%.

Data hari ini menunjukkan barang rumah tangga turun 1,9%, ini merupakan penurunan yang tertajam di antara enam kategori yang disurvei, dan ritel lainnya menurun 0,6%. Penjualan makanan stagnan pada bulan Juli, sementara pakaian, sepatu dan aksesoris pribadi melonjak sebesar 2,9%.

Dolar diperdagangkan pada level 70,11 lokal sen AS pada 11:45 pagi di Sydney dari level 70,38 sebelum rilis data.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.