Jumat, 04 September 2015

Kembali Turun, Harga Emas Dunia Melorot 9 Dollar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun pada perdagangan Kamis (3/9/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB), seiring dengan menguatnya dollar AS.  Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan 9,10 dollar AS, atau 0,80 persen, menjadi 1.124,50 dollar AS per ounce.

http://ipul.staff.ugm.ac.id/wp-content/uploads/9234_20140615021922.jpg


Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama tidak berubah dan meningkatkan batas penerbitan saham. Gubernur ECB Mario Draghi mengumumkan bahwa batas penerbitan saham akan dinaikkan dari batas awal 25 persen menjadi 33 persen. Para analis mencatat, keputusan ECB mendorong dollar AS terus menguat terhadap euro dan mata uang utama lainnya, serta menekan emas berjangka.

Faktor lain yang ikut menekan logam mulia ada, menguatnya pasar saham AS dan pasar saham Inggris. Analis juga mengatakan, turunnya kontrak emas di tengah perdagangan tipis karena investor menunggu laporan pekerjaan utama AS untuk mengukur waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve. Adapun logam lainnya di Comex, perak untuk pengiriman Desember naik empat sen, atau 0,27 persen, ditutup pada 14,707 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober kehilangan 3,50 dollar AS, atau 0,35 persen, menjadi 1.010,10 dollar AS per ounce.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.