Jumat, 04 September 2015

Minyak Menuju Gain Pekan Keduanya Ditengah Rencana Venezuela


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak menuju kenaikan mingguan kedua ditengah rencana Venezuela dan Rusia yang sepakat untuk mengatasi penurunan harga yang telah didorong lebih rendah di tengah melimpahnya pasokan global.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 1,1% kemarin. Anggota OPEC Venezuela dan Rusia, yang merupakan eksportir minyak terbesar di luar kelompok, yang mencapai kesepakatan pada "inisiatif" untuk membawa stabilitas pada pasar, dikatakan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menurut kantor berita negara AVN. Surplus minyak mentah dunia akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, Societe Generale SA melaporkan pekan ini.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober di level $ 46,46 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 29 sen, di 11:18 pagi di Sydney. Kontrak naik 50 sen menjadi $ 46,75 pada hari Kamis. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 36% di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 2,9% pada pekan ini.

Jenis Brent untuk pengiriman Oktober tergelincir 20 sen menjadi $ 50,48 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Naik 18 sen menjadi $ 50,68 kemarin. Acuan minyak mentah  Eropa diperdagangkan lebih tinggi dari $ 3,95 dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.