Selasa, 06 Oktober 2015

Emas Mendekati Level Tertinggi dalam Sepekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas berada tepat di bawah level tertingginya dalam sepekan terakhir pada hari Selasa karena investor berspekulasi melambatnya data nonfarm payrolls AS pekan lalu akan menghambat Federal Reserve menaikan suku bunga tahun ini.

Spot emas sedikit berubah pada level $1,135.10 per ons pukul 07:33 waktu Singapura. Logam telah naik ke level tertinggi dalam sepekan terakhir dari level $1,141.80 di sesi sebelumnya, sebelum ditutup melemah 0,2 persen akibat aksi profit taking.
 
Emas masih pertahankan peningkatannya menyusul kenaikan tajam sebesar 2,2 persen pada hari Jumat, kenaikan terbesar satu hari sejak 15 Januari lalu menyusul data yang menunjukkan AS pengusaha memperlambat perekrutan pekerja selama dua bulan terakhir. Nonfarm payrolls naik 142.000 bulan lalu, di bawah ekspektasi ekonom dari 203.000. Data lain yang dirilis pada hari Senin kemarin menunjukkan laju pertumbuhan di sektor jasa AS melambat pada bulan September karena penurunan pesanan baru dan aktivitas bisnis, menandakan lesunya perekonomian.Kelesuan ekonomi AS, bersama dengan kelemahan di Cina dan volatilitas di pasar keuangan, bisa mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga, Menurut analis.Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya kesempatan memegang emas, aset non-imbal hasil, sementara dolar akan menguat. (izr)
 
Sumber: Reuters

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.