RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak
hentikan penguatannya diatas level $46 per barel jelang rilis data
perkiraan pemerintah AS yang akan menunjukkan stok minyak mentah di
konsumen terbesar dunia meningkat untuk pekan kedua. Minyak
berjangka sedikit berubah di New York. Harga Minyak naik sebesar 1,6
persen pada hari Senin kemarin, naik seiring ekuitas AS melonjak untuk
mencatat reli terpanjang mereka tahun ini di tengah spekulasi Federal
Reserve akan mempertahankan suku bunga ultra rendah lebih lama.
Persediaan minyak mungkin naik 2 juta barel pekan lalu, menurut survei
Bloomberg sebelum rilis laporan Administrasi Informasi Energi Rabu
mendatang.
Minyak
berada di dekat level $45 per barel selama lebih dari empat pekan
terakhir pasca terjun ke level terendah dalam enam tahun terakhir pada
bulan Agustus di tengah spekulasi melimpahnya persediaan global akan
berkepanjangan. Stok minyak mentah AS tetap sekitar 100 juta barel di
atas rata-rata lima tahun sementara OPEC terus memompa di atas kuota
kolektifnya.
Minyak
West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November berada di level
$46,21 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 5 sen, pukul
12:37 waktu Sydney. Kontrak WTI naik 72 sen menjadi $46,26 pada hari
Senin. Volume transaksi semua perdagangan berjangka yang sekitar 63
persen di bawah SMA 100-hari. Harga WTI telah menurun 13 persen
sepanjang tahun ini.
Minyak
Brent untuk pengiriman November naik sebesar 3 sen ke level $49,28 per
barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak Brent
meningkat $1,12 ke level $49,25 pada hari Senin. Minyak mentah acuan
Eropa ditransaksikan lebih tinggi sebesar $3,08 dibandingkan minyak WTI.
(izr)
Sumber: Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.