Senin, 05 Oktober 2015

Minyak Meningkat Mendekati $45 Per Barel Seiring Penurunan Operasional Rig

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak meningkat di atas $45 per barel pasca data menunjukkan penurunan jumlah rig pengeboran minyak mentah di AS, sinyal penurunan produksi minyak di konsumen terbesar di dunia. Minyak berjangka naik sebanyak 0,5 persen di New York, memperpanjang kenaikan sebesar 1,8 persen pada Jumat pekan lalu. Jumlah rig aktif turun 26-614 pekan lalu, terendah dalam lima tahun terakhir, menurut data dari Baker Hughes Inc, sebuah perusahaan jasa ladang minyak. Arab Saudi memotong harga untuk pasokan November ke Asia dan Amerika Serikat sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia Saudi berupaya untuk menjaga kargo yang kompetitif dengan pemasok saingan di tengah lesunya permintaan. 


Minyak telah tertahan di dekat $45 per barel selama lebih dari empat pekan terakhir pasca anjlok ke terendah dalam enam tahun terakhir pada bulan Agustus, bahkan saat stok minyak mentah AS tetap di sekitar 100 juta barel di atas lima tahun rata-rata musiman dan OPEC yang memompa minyak di atas target output. Bahwa harga telah mengabaikan berita buruk yang biasanya merupakan tanda bahwa minyak akan rebound, menurut investor Jim Rogers pekan lalu. 

Minyak WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman November naik sebanyak 22 sen ke level $45,76 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $45,62 pukul 08:47 di Singapura. Kontrak WTI naik 80 sen menjadi $45,54 pada hari Jumat. Volume perdagangan semua berjangka sekitar 30 persen di atas SMA100 hari. Minyak Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 27 sen, atau sebesar 0,6 persen, ke level $48,40 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa ditransaksikan lebih tinggi $2,60 dibandingkan minyak WTI. 

Rig menargetkan eksplorasi minyak di AS telah turun untuk pekan kelima secara berturut, dan jumlah operasional mesin sekarang lebih dari 60 persen lebih rendah dari tahun lalu. Sementara itu, produksi minyak AS telah menurun dalam tujuh dari delapan minggu pada 25 September lalu. (izr)
 
Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.