"Dari domestik, rupiah berpeluang melemah ketika cadangan devisa diumumkan kembali turun di bawah level US$103 miliar," ujar Edwin di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015. Menurut dia, dugaan perlambatan ekonomi global memengaruhi kinerja fundamental Amerika Serikat (AS), sehingga semakin menguatkan perkiraan The Fed mustahil menaikkan Fed Fund Rate pada akhir 2015.
Sementara itu, dilansir Reuters, mata uang dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya sedikit melemah. Kurs dolar AS terhadap mata uang Jepang berada di level 119,97 yen. Mata uang euro stabil di posisi US$1,12.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.