Senin, 05 Oktober 2015

World Bank Pangkas Outlook, China Terbebani Terkait Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Petumbuhan ekonomi Asia Timur terasa berat akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi China, diikuti Bank Dunia yang memangkas perkiraan pertumbuhan di wilayah ini hingga 2017.Pertumbuhan China akan stagnan di 6,9 persen pada tahun 2015, lebih lambat dari 7,1 persen yang diperkirakan pada bulan April, Bank Dunia mengatakan dalam Ekonomi Asia Timur dan Pasifik terbaru yang dirilis hari ini. Ekspansi akan turun menjadi 6,7 persen tahun depan dan 6,5 persen pada 2017, katanya. Berkembang ekonomi Asia Timur akan meningkat 6,5 persen tahun ini, lebih lambat dari 6,7 persen yang diperkirakan pada bulan April lalu. 

Pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan di China akan memberikan tekanan pada eksportir komoditas, serta perdagangan, investasi asing langsung dan pariwisata di wilayah tersebut, menurut Bank Dunia. Memburuknya prospek ekonomi di kawasan itu terjadi pada saat lingkup untuk melonggarkan kebijakan moneter dibatasi oleh kebutuhan untuk menjaga stabilitas keuangan, sementara ruang untuk ekspansi fiskal terbatas, menurutnya. (izr)

Sumber: Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.