RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Petumbuhan
ekonomi Asia Timur terasa berat akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi
China, diikuti Bank Dunia yang memangkas perkiraan pertumbuhan di
wilayah ini hingga 2017.Pertumbuhan
China akan stagnan di 6,9 persen pada tahun 2015, lebih lambat dari 7,1
persen yang diperkirakan pada bulan April, Bank Dunia mengatakan dalam
Ekonomi Asia Timur dan Pasifik terbaru yang dirilis hari ini. Ekspansi
akan turun menjadi 6,7 persen tahun depan dan 6,5 persen pada 2017,
katanya. Berkembang ekonomi Asia Timur akan meningkat 6,5 persen tahun
ini, lebih lambat dari 6,7 persen yang diperkirakan pada bulan April
lalu.
Pertumbuhan
lebih lambat dari perkiraan di China akan memberikan tekanan pada
eksportir komoditas, serta perdagangan, investasi asing langsung dan
pariwisata di wilayah tersebut, menurut Bank Dunia. Memburuknya prospek
ekonomi di kawasan itu terjadi pada saat lingkup untuk melonggarkan
kebijakan moneter dibatasi oleh kebutuhan untuk menjaga stabilitas
keuangan, sementara ruang untuk ekspansi fiskal terbatas, menurutnya. (izr)
Sumber: Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.