PT.Rifan Financindo Berjangka

SOLO Ruko Solo Square No. 5,6, dan 7 Jl. Slamet Riyadi No. 451 - 455, Surakarta 57145 Telp : (0271) 738 111 (Hunting), Fax : (0271) 738 222

Investasi Emas

Investasi Emas Berjangka Emas berjangka merupakan alternatif lain dalam melakukan investasi emas tanpa harus memiliki fisik emas. Jual beli emas berjangka membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya pun dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, investor akan menerima keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan mengalami kerugian. Investasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang cukup berisiko karena investor harus memperkirakan gerak harga emas ke depan.

WPB yang Profesional

Perusahaan memiliki Wakil Pialang Berjangka profesional yang selalu siap memberikan pelayanan kepada calon nasabah / nasabah,berupa edukasi, prosedur administrasi dan mekanisme transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Pelaporan Transaksi setiap hari

Setiap hari nasabah akan mendapat Laporan Transaksi Nasabah yang berisikan catatan transaksi dan perkembangan investasi yang telah dilakukan oleh nasabah, baik via SMS, e-mail, fax, maupun melalui surat/pos. Catatan atau rekam transaksi tersebut juga dapat diakses langsung melalui online trading platform dengan memilih menu utama Temporary Statement/Daily Statement.

Outing Sekipan Camp

PT.Rifan Financindo Berjangka Mengadakan Outing Bersama Back Office-Marketing Di Sekipan Camp Tawangmangu, Karanganyar

Jumat, 29 September 2017

Ribuan Engineer Terlibat Dalam Proyek Pesawat R80

RIFAN FINANCINDO - Proyek pengembangan pesawat R80 rancangan Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) bersama putranya Ilham Habibie akan melibatkan para ahli industri dirgantara nasional maupun internasional.

Pembuatan prototype atau purwarupa ditargetkan akan dimulai pada tahun 2019 mendatang dengan nilai investasi sebesar Rp 200 miliar. Presiden Direktur PT Regio Aviasi Industri (RAI) Agung Nugroho mengatakan, dalam proyek pengembangan pesawat R80 pihaknya akan membutuhkan sedikitnya 1.000 tenaga kerja. "Kami perkirakan untuk R80 sekitar 1.000 engineer," ujar Agung saat konfrensi pers di kediaman BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya, dalam pengembangan R80 pihaknya akan lebih melibatkan sumber daya manusia lokal ketimbang asing, hal ini disebabkan proyek R80 merupakan ajang kebangkitan industri dirgantara nasional. "Kami akan buat belajar bersama, kalau sekarang ini banyak orang-orang engineer udah pada pensiun, ya juga menggunakan tenaga ahli dari luar, tapi presentasenya kecil. Sebanyak mungkin tenaga baru dari Indonesia," jelas Agung.

Untuk sisi pendanaan, pihanya akan menggunakan beberapa skema, salah satunya fasilutas dari pemerintah yakni skema pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah atau (PINA) hinga melakukan penggalangan dana melalui situs crowdfunding. Seperti diktehui, PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan perusahaan bentukan BJ Habibie bersama dengan putranya Ilham Habibie telah menjalin kerja sama dengan situs penggalangan dana melalui internet atau crowdfunding yakni Kitabisa.com.

Berdasarkan data Kitabisa.com per Kamis (28/9/2017) untuk sementara sudah ada 1.704 donatur yang ikut memberikan donasinya dengan jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp 499.264.387. Hingga saat ini sudah ada beberapa maskapai dalam negeri yang menyatakan minatnya untuk menggunakan pesawat R80 rancamgan BJ Habibie. Adapun maskapai tersebut, antara lain Kalstar, Nam Air, Trigana Air, dan Aviastar dengan total 155 unit. ( kompas.co.id )


Baca Juga :

Kasus First Travel Bukti Ketidakpahaman Masyarakat akan Investasi | PT RIFAN FINANCINDO

PT Rifan Financindo Berjangka Beri Bantuan 20 Unit Tempat Sampah Portable | RIFAN FINANCINDO

Waspada Penipuan Berkedok Investasi Masih Marak | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Pialang PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT RIFAN

Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | PT. RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53 % di Jawa Tengah | RIFAN

Pialang Prihatin Banyak Investasi Bodong Beroperasi | PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT. RIFAN

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan | RIFAN BERJANGKA

Nasabah Bursa Berjangka di Semarang Kontribusi Besar di BBJ | RIFAN FINANCINDO SOLO

RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | RIFAN SOLO

Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | RIFAN BERJANGKA SOLO

Bursa komoditas berjangka disosialisasikan di Semarang | PT RIFAN SOLO

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | PT RIFAN FINANCINDO SOLO

Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | RIFAN BERJANGKA SOLO

Banyak Masyarakat Belum Paham PBK | PT. RIFAN FINANCINDO SOLO

Tingkatkan Potensi Perdagangan Berjangka Komoditi, RFB Lakukan Sosialisasi Bersama BBJ & KBI | PT. RIFAN SOLO

Kamis, 28 September 2017

Harga Emas Merosot Tersengat Penguatan Dolar AS

RIFANFINANCINDO - Harga emas tergelincir usai bursa saham dan dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Rencana reformasi pajak menjadi sentimen bayangi harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$ 13,90 atau 1,1 persen menjadi US$ 1.287,80 per ounce. Harga emas itu terendah sejak Agustus. Sedangkan harga perak melemah 0,3 persen ke posisi US$ 16.827 per ounce.

"Pergerakan harga emas tidak menunjukkan level support. Namun, kedua kali harga emas sentuh level terendah di kisaran US$ 1.290-US$ 1.295. Sedangkan area itu sebelumnya level resistance," kata Fawad Razaqda, Analis Teknikal Forex.com, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (28/9/2017).

Indeks dolar AS pun menguat ke level tertinggi dalam satu bulan jelang keterangan proposal Partai Republik soal reformasi pajak.

Indeks dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya dengan mendaki 0,4 persen ke posisi 93,34. Dengan dolar AS menguat membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kenaikan dolar AS juga didorong pernyataan Pimpinan Bank sentral AS atau the Federal Reserve Janet Yellen soal suku bunga. Kemungkinan suku bunga the Federal Reserve kembali naik pada akhir 2017. Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga.

Pesanan baru barang AS naik pada Agustus. Kenaikannya mencapai 1,7 persen dari perkiraan pasar 1 persen. Bursa saham AS yang menguat mendorong pelaku pasar mengalihkan investasi emas ke saham cenderung stabil.



Pasokan Susut, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Harga minyak dunia bervariasi usai pasokan minyak secara tak terduga turun. Selain itu, kilang minyak kembali beroperasi usai terjadi Badai Harvey.

Harga minyak Brent tergelincir dari level tertinggi 26 bulan. Harga minyak Brent turun 54 sen atau hampir 1 sen menjadi US$ 57,90 per barel.Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 26 sen atau 0,5 persen ke posisi US$ 52,14 per barel.

Persediaan minyak mentah turun 1,8 juta barel pada pekan lalu. Angka itu di bawah prediksi pasar sekitar 3,4 juta barel. Stok bensin secara mengejutkan naik, dan stok penyulingan minyak turun. Namun, produksi minyak mendukung harga minyak AS.

"Kenaikan harga minyak WTI seiring pulihnya produksi minyak di AS," ujar Abhishek Kumar, Analis Senior Interfax Energy Global Gas Analytics, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (28/9/2017).

Sisi lain tingkat utilitas kilang minyak naik 5,4 persen menjadi 88,6 persen dari total kapasitas. Tingkat utilitas itu tertinggi sejak Badai Harvey. Kenaikan itu seiring fasilitas kilang kembali pulih.

Efek dari Badai Harvey dan Irma membuat permintaan berkurang. Ini berpotensi meningkatkan persediaan bensin sedangkan produksi minyak kembali berkat aktivitas penyulingan baru.

Selain itu, harga minyak juga didukung oleh pembatasan produksi minyak dari negara pengekspor minyak tergabung dalam the Organization of the Petroleum Exporting Countires (OPEC) dan produsen utama minyak lainnya.

Di sisi lain, produksi minyak mentah AS naik menjadi 9,55 juta barel per hari pada pekan lalu. Kondisi minyak mentah AS tertinggal dari minyak Brent di tengah kekhawatiran pertumbuhan produksi minyak AS dapat memicu kelebihan pasokan.

Minyak mentah AS pun semakin kompetitif di pasar. Ekspor minyak AS mencapai 1,5 juta barel per hari. "Melihat ekspor AS menghasilkan minyak mentah besar menimbulkan ancaman terhadpa tingkat premi Brent-WTI," kata Gene McGillian, Manajer Riset Tradition Energy. 

Sumber : liputan6.com


Rabu, 27 September 2017

Harga Emas Merosot Usai Pidato Gubernur The Fed Soal Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO -  Harga emas di pasar spot merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa setelah Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) Janet Yellen menyatakan akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga secara bertahap meskipun angka inflasi cukup lemah.

Mengutip Reuters, Rabu (27/9/2017), harga emas di pasar spot turun 1,13 persen ke level US$ 1.295,28 per ounce pada pukul 3 sore waktu London. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,75 persen menjadi US$ 1.301,70 per ounce.

"Apa yang diungkapkan oleh Yellen tersebut bukan yang diharapkan oleh pelaku pasar," jelas managing director RBC Wealth Management, New York, AS, George Gero.

Harga emas sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga. Jika bunga naik maka emas harus bersaing dengan instrumen keuangan yang memiliki dua keuntungan yaitu kenaikan harga dan juga memberikan bunga.

Padahal sebenarnya pada perdagangan sebelumnya harga emas naik terdorong risiko geopolitik yang membuat pembelian safe haven melaju. Pada perdagangan sebelumnya harga emas naik karena meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan perang terhadap negaranya. Pyongyang berhak mengambil tindakan pencegahan, termasuk menembak pembom AS.

"Meningkatnya tekanan AS-Korea Utara akan menciptakan pergeseran aktiva. Orang akan keluar dari aset seperti S&P 500 dan masuk ke safe havens seperti emas, perak, " kata Phillip Streible, Broker Komoditas Senior RJO Futures di Chicago. ( liputan6.com )



Selasa, 26 September 2017

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sejak Juli 2015

PT RIFAN FINANCINDO - Harga minyak mentah menguat pada penutupan perdagangan Senin (25/9) karena sinyal penurunan produksi dari Turki. Bahkan, harga minyak menyentuh harga tertinggi sejak lebih dari dua tahun belakangan.

Tercatat, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November, naik US$1,51 per barel atau meningkat hingga 2,5 persen menjadi US$58,37 per barel. Ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2015 lalu.

Begitu pula dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, meningkat US$1,02 per barel atau 2,0 persen menjadi US$51,68 per barel. Capaian ini tercatat hampir mendekati tingkat tertinggi pada bulan Mei lalu.

"Itu semua didorong oleh ide bahwa potongan produksi mulai bekerja dan penyeimbangan sedang berlangsung," kata Gene McGillian, Direktur Riset Pasar di Tradition Energy, New York, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/9).

Pemerintah Turki mengatakan bakal mengurangi produksi dan distribusi arus minyak ke wilayah Kurdistan Irak menuju pelabuhannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memotong pipa yang membawa minyak dari Irak bagian utara ke pasar global.

Sentimen itu langsung memberi tekanan keterbatasan pasokan minyak ke wilayah otonom Kurdistan selama referendum kemerdekaan. Namun, pemerintah Irak rupanya tak mengakui referendum tersebut dan meminta negara-negara asing untuk menghentikan impor minyak mentah dari Kurdistan.

"Jika permintaan boikot ini terbukti berhasil, maka 500 ribu barel minyak mentah per hari akan sampai ke pasar," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan beberapa produsen minyak lain, seperti Rusia, memang telah mengurangi produksi minyak mereka.

Tercatat, jumlah produksi OPEC dan Rusia, setidaknya hanya 1,8 juta barel per hari (bph) sejak awal tahun ini. Adapun angka produksi tersebut sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah sekitar 15 persen di pasar global dalam tiga bulan terakhir.

Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq, yang memimpin pertemuan pada Jumat lalu di Wina mengatakan, penurunan produksi membantu mengurangi persediaan minyak mentah global.

Setidaknya, persediaan turun sampai produksi lebih rendah dari hasil rata-rata dari lima tahun terakhir, sesuai target OPEC. Adapun keputusan dari OPEC tersebut merupakan hal yang mutlak dilakukan para anggotanya. ( cnnindonesia.com )


PT RIFAN FINANCINDO          RIFAN FINANCINDO         RIFANFINANCINDO

Senin, 25 September 2017

China Larang Ekspor Produk Minyak ke Korea Utara

RIFANFINANCINDOChina menetapkan sanksi baru untuk Korea Utara. Kali ini, pemerintah China melarang ekspor sejumlah produk minyak ke Korea Utara setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan larangan serupa pada pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Senin (25/9/2017), China menahan pengiriman kondensat dan liquefied natural gas ( LNG) ke Korea Utara mulai Sabtu (23/9/2017) lalu.

Selain itu, menurut Kementerian Perdagangan China, ekspor produk minyak termurnikan ke Korea Utara juga akan dibatasi mulai 1 Oktober 2017.

China adalah mitra dagang terbesar bagi Korea Utara. Dengan dijatuhkannya sanksi baru ini, China melarang impor produk tekstil dari Korea Utara. Sanksi tersebut ditetapkan setelah Trump menjatuhkan sanksi baru bagi individu, perusahaan, dan perbankan yang melakukan bisnis dengan Korea Utara.

Tujuannya adalah untuk makin mengisolasi rezim dan meningkatkan tekanan ekonomi sebagai cara menahan program senjata Korut.

Pada 11 September 2017 lalu, bank sentral China atau People’s Bank of China menyatakan telah menginstruksikan kepada perbankan dan entitas keuangan lainnya untuk melakukan penutupan atas rekening yang terkait dengan sanksi di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.

Di bawah resolusi tersebut, negara-negara anggota harus membatasi ekspor produk minyak yang telah dimurnikan ke Korea Utara sebesar 500.000 barrel per 1 Oktober 2017 hingga 31 Desember 2017.

Adapun pengiriman secara tahunan harus dibatasi tak lebih dari 2 juta barel per 1 Januari 2018. Trump sendiri telah mengancam bakal "benar-benar menghancurkan" Korut apabila terus memprovokasi AS dan sekutu-sekutunya.

AS juga akan terus menggunakan jalur ekonomi dan diplomatik untuk menahan program nuklir dan misil Pyongyang. Pemimpin Korut Kim Jong Un pun merespon pidato Trump pada Sidang Umum PBB.

Menurut Kim, Trump terganggu mentalnya dan mengancam bakal mengambil "langkah perlawanan dengan kadar kekerasan tertinggi sepanjang sejarah." ( kompas.co.id )

RIFANFINANCINDO            RIFAN FINANCINDO        PT RIFAN FINANCINDO

Jumat, 22 September 2017

Antisipasi The Fed, BI Berpotensi Tahan Suku Bunga Acuan

RIFAN FINANCINDO  - Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 4,5 persen. Ini sebagai upaya mengantisipasi normalisasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).

Bulan lalu, BI menetapkan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bsp), setelah nyaris satu tahun lamanya menahan untuk tak mengerek BI-7DRRR.
Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memproyeksi, BI tak akan melanjutkan pelonggaran moneter melalui pemangkasan suku bunga acuan bulan ini.

Sinyal normalisasi kebijakan The Fed terus menguat dalam rapat terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC meeting), di mana Gubernur The Fed Jenet Yellen mengatakan optimismenya terhadap perkembangan ekonomi dan kondisi pasar tenaga kerja AS.

"Optimisme itu mendukung The Fed untuk mulai melakukan penurunan neraca keuangan yang saat ini mencapai $4,5 triliun di mana pada tahap awal akan mulai mengurangi sebesar $10 miliar tiap bulannya dan akan meningkat ke depannya, hingga mencapai $50 miliar tiap bulannya pada tahun depan," ujarnya melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Jumat (22/9).

Selain pengurangan neraca, pasar juga masih memperkirakan The Fed bakal sekali lagi menaikkan suku bunga acuannya (FFR) sebesar 25 bps pada tahun ini, dan tiga kali atau 75 bps secara akumulatif pada tahun depan.

Langkah normalisasi kebijakan The Fed ini juga sudah direspon oleh pasar, di mana setelah rapat FOMC, nilai tukar dolar menguat terhadap semua mata uang serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, US Treasury.

"Normalisasi kebijakan the Fed ini perlu diantisipasi oleh BI, mengingat bank sentral Eropa dan beberapa negara maju lainnya diperkirakan juga merespon dengan memperketat kebijakan moneternya, seiring dengan pemulihan ekonomi," kata Josua.

Dari sisi internal, lanjutnya, BI diperkirakan masih mengevaluasi transmisi kebijakan moneter pada perekonomian setelah BI kembali memberikan kelonggaran pada bulan sebelumnya.

Senada dengan Josua, ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro juga meyakini, bank sentral menjaga suku bunga acuannya di level 4,5 persen.

Ia memperkirakan, pemangkasan kembali BI7DRRR baru dilakukan kuartal IV 2017 nanti. Alih-alih memangkas suku bunga, menurut Andry, BI akan memilih mengeluarkan kebijakan makroprudensial, seperti merealisasikan wacana ketentuan uang muka kredit properti berdasarkan wilayah atawa LTV spasial.

“Kebijakan LTV spasial mendorong sektor properti lebih baik lagi. Sektor properti akan memengaruhi sekitar 160 subsektor lainnya, dan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja," terang Andry.


Momentum Tepat Pangkas Bunga Acuan

Pandangan berbeda datang dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Ia memprediksi, bank sentral kembali memangkas bunga acuan sebesar 25 bsp menjadi 4,25 persen bulan ini.

Hal ini dilakukan setelah tekanan terhadap rupiah cenderung berkurang dan inflasi Agutus mencatat deflasi sebesar -0,07 persen.

“BI juga diprediksi ingin melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter lebih jauh agar suku bunga kredit turun dan dorongan pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat. Meskipun, transmisi penurunan kebijakan suku bunga baru terasa di awal 2018," jelas Bhima.

Menurut dia, fundamental ekonomi domestik masih cukup bagus untuk mendukung keputusan BI. Salah satunya, tercermin dari posisi cadangan devisa menyentuh rekor US$128,8 milyar pada bulan lalu.

Surplus neraca perdagangan Agustus 2017 juga meningkat hingga US$1,72 milyar yang menandakan laju ekspor lebih baik dari tahun sebelumnya.

Dari faktor eksternal, sambung dia, pertimbangan untuk menurunkan BI7DRRR berasal dari besarnya kemungkinan The Fed akan menahan FFR hingga akhir tahun ini setelah mendengar pidato Yellen dalam FOMC meeting bulan ini.

Data tenaga kerja dan inflasi AS masih belum sesuai ekspektasi The Fed. Kemudian, rencana perubahan balance sheet Fed yang dimulai Oktober diprediksi bertahap, sehingga efek kejutan ke pasar finansial Indonesia tidak mengganggu likuiditas.

"Tahap pertama, normalisasi balance sheet AS kemungkinan sebesar 10 miliar dolar," tutur dia.

Selain itu, meskipun risiko geopolitik di Korea masih memanas, AS sedang fokus dalam isu internal terutama paska badai Harvey dan Irma. Oleh karena itu, kuat dugaan BI bakal memanfaatkan ruang penurunan BI7DRRR pada bulan ini.

Sebagai informasi, BI bakal mengumumkan BI7DRRR September sore nanti, setelah Dewan Gubernur BI selesai menggelar rapat bulanan. ( cnnindonesia.com )



Selasa, 19 September 2017

Bea Cukai Cari Formula Tepat Penuhi Target Pendapatan 2018

PT RIFAN FINANCINDO - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat ini tengah mencari formula yang tepat untuk memenuhi target pendapatan yang telah ditetapkan pemerintah pada 2018.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, pihaknya sedang mencari strategi yang optimal untuk merealisasikan target pendapatan yang ditetapkan pemerintah untuk 2018 sebesar Rp155,4 triliun.

"Ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu pengawasan terhadap rokok ilegal dan kedua adalah mengenai kebijakan tarifnya," kata Heru kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Sebelumnya, Heru mengungkapkan, kenaikan cukai rokok 2018 minimum sebesar 8,9%. Namun demikian, menurutnya, kenaikan cukai yang berlebih pasti akan mendorong produsen dan konsumen memilih produk yang ilegal.

"Kenaikan tarif akan berdampak pada harga jual, sedangkan daya beli masyarakat belum sampai sana. Maka opsinya adalah membeli yang ilegal itu, karena tidak harus bayar cukai," tambah Heru.

Saat ini, menurut survei yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM), tingkat ketersediaan rokok ilegal di Indonesia terus mengalami kenaikan, dari 11,73% di 2014 menjadi 12,14% di 2016.

Secara terpisah, Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti menyampaikan bahwa kenaikan cukai terlalu tinggi akan memicu maraknya perdagangan rokok ilegal dan mempercepat kematian industri rokok nasional. Hal ini membahayakan penerimaan negara dari cukai dan kelangsungan usaha serta tenaga kerja di dalamnya.

"Di tengah terus menurunnya industri dalam beberapa tahun terakhir ini. Kami berharap persentase kenaikan tarif cukai 2018 paling tinggi sebesar 4,8%, yaitu sama dengan persentase kenaikan target penerimaan cukai seperti tercantum di RAPBN 2018. Jangan lagi ada beban tambahan bagi industri," tutur Moefti.

Selain dari sisi tarif, Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan, saat ini sistem cukai di Indonesia tergolong rumit, sehingga pada akhirnya menimbulkan menjamurnya rokok ilegal.

"Sistem cukai rokok yang rumit menimbulkan peluang kesalahan personifikasi perusahaan, jual beli pita cukai antara perusahaan kecil ke perusahaan besar dan memperlambat proses pencetakan pita cukai," terang dia. 
( sindonews.com )


PT RIFAN FINANCINDO           RIFAN FINANCINDO             RIFANFINANCINDO

Senin, 18 September 2017

Gerakan Nontunai Dinilai Hanya Untungkan Perbankan

RIFANFINANCINDO -  Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menilai Gerakan Nasional Nontunai hanya menguntungkan bisnis perbankan dan mencederai hak konsumen.

Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat berpendapat, Gerakan Nasional Nontunai akan menyebabkan dana masyarakat mengendap hingga triliunan rupiah, dan hanya menguntungkan perusahaan perbankan.

Hal itu tercermin dari pemberlakukan pembayaran nontunai melalui Gardu Tol Otomatis (GTO) di sejumlah ruas tol.

"Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) berimbas pada pemberlakuan GTO yang akan dipaksakan oleh Bank Indonesia dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada Oktober 2017," ujar Mirah dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin (18/9).

Ketika masyarakat menggunakan alat pembayaran tarif jalan tol elektronik (e-toll), kerugian pertama adalah dari potongan uang kartu sebesar Rp10.000 - Rp20.000. Pengguna jalan sudah dipaksa setor ke bank atas nama biaya kartu.

Kerugian kedua, pengguna jalan juga terpaksa harus mengendapkan dananya di dalam kartu pembayaran, meski tak setiap menggunakan ruas tol. Jika diakumulasi, ada triliunan rupiah dana mengendap milik para pengguna jalan.

"Kerugian ketiga, potensi triliunan rupiah yang akan digarap bank dari selisih saldo minimal dengan tarif tol terendah," tutur dia.

Dijelaskan lebih lanjut, tarif terendah adalah Rp10.000. Jadi, ketika saldo yang ada kurang dari Rp10.000, dipastikan sisa saldo itu tak pernah bisa dimanfaatkan oleh pemilik kartu dan akan menjadi milik bank.

Kerugian terakhir, lanjut dia, masyarakat dibebani biaya administrasi setiap isi ulang saldo e-toll dengan dalih bank ingin belanja mesin nontunai.

Mirah juga mengingatkan, GNNT akan menyasar pada transaksi kebutuhan dasar masyarakat yang lainnya seperti, pembelian bahan bakar minyak (BBM). Seperti diketahui, PT Pertamina juga akan mewajibkan pembelian BBM hanya dengan nontunai.

Asosiasi itu juga mempertanyakan perlindungan hak konsumen jika kewajiban transaksi nontunai disertai biaya-biaya. ( cnnindonesia.com )


RIFANFINANCINDO          RIFAN FINANCINDO                  PT RIFAN FINANCINDO

Jumat, 15 September 2017

Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Lagi Berkat Saham Boeing

RIFAN FINANCINDO - Kenaikan saham Boeing menarik Dow Jones Industrial Average ke rekor tertinggi pada penutupan perdagangan kemarin. Sementara, Indeks S & P 500 turun karena investor melihat inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/9/2017), Indeks Dow Jones naik 0,2% menjadi 22.203,48, Indeks S & P 500 kehilangan 0,11% menjadi 2.495,62, dan Nasdaq Composite turun 0,48% menjadi 6.429,08, terluka oleh penurunan saham Apple sebesar 0,86%.

Dow Jones menguat dalam tiga hari berturut-turut didorong menguatnya saham Boeing yang naik 1,36% setelah Deutsche Bank menaikkan target harga pada saham kedirgantaraan dan pertahanan.

Sementata, Indeks S & P 500 dan Nasdaq bergerak lebih rendah setelah sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga konsumen naik lebih dari yang diperkirakan pada Agustus. Hal ini meningkatkan kemungkinan akan terjadi kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,4% pada bulan lalu dan menjadi kenaikan terbesar dalam tujuh bulan dan merupakan data ekonomi utama terakhir yang akan dirilis menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 19-20 September.

"Saya tidak berpikir pasar mengharapkan kekuatan semacam itu dalam hal inflasi. Apa yang orang inginkan adalah apakah Yellen (kepala The Fed) akan berbicara tentang kurangnya inflasi sebagai sesuatu yang sementara, atau apakah hal itu terus berlanjut," kata Victor Jones, direktur perdagangan TD Ameritrade.

Setelah data tersebut, peluang kenaikan pada bulan Desember naik di atas 50% untuk pertama kalinya sejak Juli, dari 41,3%, menurut alat FedWatch CME Group.

Enam sektor dari 11 sektor di Indeks utama S & P 500 naik, dipimpin oleh peningkatan sektor utilitas sebesar 0,88%. Sektor energi juga naik 0,39% setelah harga minyak mentah AS mencapai level USD50 per barel untuk pertama kalinya sejak 10 Agustus pada perkiraan permintaan bullish oleh International Energy Agency.

Dibantu oleh laporan pendapatan perusahaan yang kuat dan optimisme bahwa Presiden Donald Trump akan memotong pajak bisnis, Dow Jones telah menguat 12% sepanjang tahun ini. Sementara, Indeks S & P 500 naik 11% di 2017, diperdagangkan pada 17,6 kali pendapatan yang diharapkan, dibandingkan dengan rata-rata 10 tahun di angka 14,3, menurut Thomson Reuters Datastream.

"Saya tidak mengambil uang dari saham, tapi ketika uang baru masuk, saya menambah pendapatan tetap kami, apakah itu saham preferen, obligasi korporasi atau sekuritas berbasis mortgage," kata Jake Dollarhide, chief executive officer of Longbow Manajemen Aset di Tulsa.

Indeks discretionary konsumen tercatat turun 0,54% ditarik ke bawah oleh penurunan 0,43% pada saham Amazon.com  dan penurunan 0,93% yang dialami saham Walt Disney. Saham Equifax juga terpantau turun 2,35% setelah Federal Trade Commission membuka penyelidikan terhadap pelanggaran data perusahaan yang besar. ( sindonews.com )


RIFAN FINANCINDO            RIFANFINANCINDO            PT RIFAN FINANCINDO

Kamis, 14 September 2017

Saham Apple Anjlok, Wall Street Kembali Cetak Rekor Tertinggi

RIFAN FINANCINDO - Wall Street pada perdagangan kemarin naik tipis, namun kembali mencetap rekor tertinggi karena kenaikan sektor discretionary dan energi konsumen mengimbangi kerugian di sektor teknologi kelas berat, Apple Inc.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/9/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik naik 39,32 poin atau 0,18% ke level 22.158,18, Indeks S & P 500 naik 16,89 poin atau 0,08% ke level 2.498,37, dan Nasdaq Composite naik 5,91 poin atau 0,09% ke level 6.460,19.

Saham Apple (AAPL.O) turun 0,8% karena adanya kekhawatiran bahwa perusahaan yang baru meluncurkan iPhone X terlalu mahal dan karena ketersediaannya mulai November nanti dari yang diperkirakan. Dengan saham yang dipegang luas hingga 37% sepanjang tahun ini, beberapa analis mengatakan sudah waktunya untuk mencairkan keuntungan.

Bahkan dengan kerugian sahan Apple, Indeks S & P 500, rata-rata industri Dow Jones dan Nasdaq ditutup pada tingkat rekor, dibantu oleh sektor konsumen lainnya. Sektor energi di Indeks S & P naik setelah Badan Energi Internasional mengatakan bahwa surplus minyak mentah global mulai menyusut.

Indeks tersebut telah mencapai beberapa catatan tahun ini, meskipun ada kemunduran akibat gejolak di Gedung Putih, waktu kenaikan suku bunga AS, keraguan tentang kemampuan Presiden Donald Trump untuk mendorong reformasi pro-bisnisnya, dan akhir-akhir ini, ketegangan mengenai senjata nuklir Korea Utara.

Indeks S & P 500 naik 11,6% sepanjang 2017, diperdagangkan 17,6 kali pendapatan yang diharapkan, mahal dibandingkan dengan rata-rata 10 tahun di 14,3, menurut Thomson Reuters Datastream.

Saham penyedia skor kredit Equifax (EFX.N) anjlok 14,6% dan mencapai titik terendah lebih dari 1,5 tahun setelah permintaan maaf oleh Chief Executive perusahaan Richard Smith karena pelanggaran data yang besar gagal untuk menenangkan investor.

"Tentu saja itu harus ditumbuk dan situasinya semakin memburuk. Mereka memiliki masalah besar di tangan mereka. Fakta (CEO) sangat angkuh - butuh waktu lima hari untuk menulis tanggapan, ini adalah bencana," kata Ken Polcari, direktur divisi NYSE di O'Neil Securities di New York.

Saham Target Corp (TGT.N) naik 2,8% setelah perusahaan pengecer mengatakan akan mempekerjakan 100.000 pekerja untuk musim liburan, 43% lebih banyak dari tahun lalu. Saham Chevron Corp naik 1,5%, meningkatkan Dow Jones, sementara kenaikan 1,7% saham Amazon.com Inc (AMZN.O) mendorong Nasdaq.

Saham Nordstrom Inc naik 6,0% setelah keluarga pendiri perusahaan tersebut memilih perusahaan ekuitas swasta Leonard Green & Partners untuk membantu mengambilnya secara pribadi. 


Emas Antam Naik Rp19.000/Gram Saat Emas Dunia Turun
Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini turun setelah kemarin naik tipis. Penurunan harga emas Antam hari ini terjadi saat harga emas dunia melemah.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Kamis (14/9/2017) harga emas Antam berada di level Rp619.000/gram atau turun Rp3.000 dari sebelumnya Rp622.000/gram. Sementara harga buyback justru meroket Rp19.000 menjadi Rp569.000/gram dari sebelumnya Rp550.000/gram.

Sementara, harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.198.000 dengan harga per gram Rp599.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.779.000 dengan harga per gram Rp593.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.360.000 dengan harga per gram Rp590.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.950.000 dengan harga per gram Rp590.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.825.000 dengan harga per gram Rp582.500. Harga emas 25 gram Rp14.425.000 dengan harga per gram Rp577.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp14.425.000 dengan harga per gram Rp577.000.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp57.225.000 dengan harga per gram Rp572.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp142.675.000, dengan harga per gram Rp570.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp284.975.000 dengan harga per gram Rp569.950.

Sedangkan harga emas Antam di Pulogadung juga turun ke level Rp609.000/gram dari sebelumnya Rp612.000/gram dengan harga buyback melonjak level Rp569.000/gram. Penurunan juga terjadi pada harga emas Antam di Jakarta II yang melemah ke level Rp619.000/gram dengan buyback di posisi Rp569.000/gram.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga emas dunia turun lagi barada di kisaran terendah dalam hampir dua pekan, dengan investor mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi konsumen AS di kemudian hari sebagai petunjuk tentang kenaikan suku bunga.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% ke level USD1.320,21 per ons pada pukul 00.48 GMT, setelah sebelumnya turun ke titik terendah sejak 1 September di posisi USD1.318,96. Sementara, harga emas AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,3% ke level USD1.324,50 per ons. 

Sumber : sindonews.com

RIFAN FINANCINDO           RIFANFINANCINDO           PT RIFAN FINANCINDO

Rabu, 13 September 2017

Preferensi Investor Global Kembali ke Aset Berisiko, Emas Rupiah Balik ke Rp560’an Ribu

PT RIFAN FINANCINDO - Harga emas dunia terpantau melorot ke posisi terendahnya dalam seminggu terakhir ini sejalan dengan kembalinya preferensi investor terhadap aset-aset berisiko seperti saham di bursa global.

Hari ini sejumlah bursa saham Asia terlihat mencapai posisi puncaknya beberapa tahun terakhir, dengan investor sedikit lega dari kekuatiran sebelumnya terhadap ancaman test nuklir Korea Utara serta dengan tidak terjadinya prediksi skenario terburuk atas badai Irma di Amerika. Berkurangnya potensi risiko menyebabkan pilihan emas sebagai aset safe-haven dikurangi dalam portfolio investor global, sekaligus untuk menarik profit setelah emas sempat bertengger di puncak tertinggi setahunnya (12/9).

Harga spot emas berada di level $1326,15 per ounce sore ini, sementara dalam rupiah harga emas tergerus balik ke level Rp563.269 per gramnya, setelah sempat menembus Rp570.000’an pada minggu lalu.

Badai Irma sebelumnya dinyatakan sebagai badai lautan Atlantik yang paling kuat dalam sejarahnya. Kategorinya dari 5 (maksimum) kemudian turun menjadi di bawah 1, sebagai badai tropis, setelah memasuki kawasan Semenanjung Florida, Amerika Serikat.

Di tempat lain, kekuatiran pasar terhadap Korea Utara mereda setelah negara tersebut merayakan hari besar founder negeri tidak dengan melakukan percobaan nuklir lagi.

Bursa-bursa di Asia hari ini dalam bias positif. Sementara IHSG masih berkonsolidasi di sekitar level 5865 – 5870 menjelang penutupan pasar, dan tetap berpeluang untuk menguat di minggu ini.

Analis Vibiznews menilai bahwa harga spot emas wajar terkoreksi menuju $1300 setelah rally panjang sebelum ini, namun bisa rebound sewaktu-waktu ketika ancaman risiko meningkat. Korea Utara tetap merupakan titik potensi risiko geopolitik yang dapat menggerakkan pasar, sedangkan di Amerika sehabis badai Irma, ada badai Jose yang mungkin menyusul. Investor perlu mencermati pergerakan pasar secara cermat untuk keuntungan optimum portfolio investasinya. ( vibiznews.com )

PT RIFAN FINANCINDO           RIFAN FINANCINDO                RIFANFINANCINDO

Selasa, 12 September 2017

Badai Harvey Berlalu, Harga Minyak Mentah Mulai Naik

RIFANFINANCINDO -  Harga minyak naik tipis usai badai Harvey yang melanda Texas, Amerika Serikat (AS) berangsur pergi.

Dikutip dari Reuters, perginya badai membuat sejumlah kilang utama di AS kembali aktif. Misalnya, Motiva Enterprises di Teluk AS, yang kembali melakukan penyulingan dengan kapasitas minimum mencapai 32 ribu barel per hari (bph).

Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent naik US$0,6 atau menguat 0,1 persen menjadi US$53,84 per barel. Begitu pula dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang naik US$0,59 atau 1,2 persen menjadi US$48,07 per barel.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari kemungkinan perpanjangan pakta produksi selama 15 bulan dari para anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).

Adapun sinyal perpanjangan produksi terlihat dari pertemuan Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al Fatih dengan Venezuela dan Kazakhstan pada akhir pekan kemarin. Pertemuan itu guna membahas kesepakatan untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta bph sampai Maret 2018.

Kemudian, pada Senin kemarin, Falih juga bertemu dengan Uni Emirat Arab untuk mempertimbangkan perpanjangan setelah Maret 2018.

Kendati harga minyak mentah meningkat, harga bahan bakar minyak (BBM) justru terkoreksi lantaran terkena sentimen dari Badai Irma yang melanda Florida, Georgia, Carolina Selatan, dan Alabama. Alhasil, harga bensin melemah 0,7 persen dan harga solar turun hingga 1,4 persen.

Meski mengoreksi harga BBM, konsultan energi WTRG Economics James Williams melihat, pengaruh dari Badai Irma tidak besar. "Sementara beberapa orang prihatin dengan sisi permintaan (akibat Badai Irma), saya rasa ini bukan masalah besar," ucap James, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/9).

( cnnindonesia.com )


RIFANFINANCINDO                RIFAN FINANCINDO          PT RIFAN FINANCINDO

Senin, 11 September 2017

Harga Minyak Naik Saat Saudi Bahas Pemotongan Produksi

RIFAN FINANCINDO - Harga minyak dunia naik tipis pada hari ini setelah menteri minyak Saudi bersama rekan-rekannya di venezuela dan Kazakh membahas kemungkinan perpanjangan perjanjian untuk memotong pasokan minyak global melampaui Maret 2018.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/9/2017), harga minyak As, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 29 sen atau 0,6% menjadi USD47,77 per barel, setelah Jumat kemarin anjlok 3,3%. Sementara, harga minyak brent untuk pengiriman November naik 23 sen atau 0,4% ke level USD54,01 per barel pada pukul 00.23 GMT setelah sebelumnya turun 1,3%.

Berita tentang pembicaraan kemarin membantu mengimbangi tekanan pada turunnya harga minyak di tengah kekhawatiran bahwa permintaan energi akan terpukul oleh Badai Irma.

Badai Irma berhasil menghancurkan lebih dari 3 juta rumah dan bisnis di Florida pada Minggu, namun melemah dalam kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum 110 mil per jam (177 kph).

OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia telah sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentah sekitar 1,8 juta barel per hari sampai Maret mendatang dalam upaya mengurangi persediaan minyak global dan mendukung harga minyak.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih setuju dengan mitranya dari Kazakhstan bahwa opsi untuk memperpanjang upaya penyeimbangan kembali akan dipertimbangkan pada waktunya.

Di tempat lain, Ali Kardor, selaku managing director National Iranian Oil Company (NIOC), mengatakan, Iran akan mencapai tingkat produksi minyak sebesar 4,5 juta barel per hari (bpd) dalam waktu lima tahun.

Iran telah memproduksi sekitar 3,8 juta bpd dalam beberapa bulan terakhir. Arab Saudi pada Sabtu juga menghentikan dialog dengan Qatar, menuduhnya "mendistorsi fakta", sesaat setelah sebuah laporan mengenai sebuah panggilan telepon antara para pemimpin kedua negara menyarankan sebuah terobosan dalam Sengketa Teluk. (  sindonews.com )


RIFAN FINANCINDO                RIFANFINANCINDO        RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jumat, 08 September 2017

Indonesia Harus Tetap Jadi Produsen Sawit Terbesar Dunia

PT RIFAN FINANCINDO - Pertemuan tingkat tinggi para pemangku kepentingan di Markas PBB New York, Amerika Serikat, menjadi milestone bagi sektor kelapa sawit Indonesia. Di forum ini, pemerintah dan dunia usaha satu suara menegaskan posisi Indonesia terkait pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Penguatan ISPO adalah komitmen nyata dari pemerintah dan dunia usaha di Indonesia untuk membangun sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan," kata Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementerian Perekonomian Musdalifah Mahmud dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Kamis (7/9/2017).

Poin yang akan dicapai dalam forum dunia yang dihadiri sekitar 300 delegasi dari berbagai negara tersebut, bagaimana dunia bisa menyeimbangkan kebutuhan produksi dengan tetap menjaga  keberlanjutan lingkungan.

Selain Musdalifah, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono juga berbicara dalam forum tersebut. Musdalifah berharap, pertengahan tahun depan, poin-poin terkait penguatan ISPO (Indonesian Palm Oil Plantation) bisa dipenuhi.

ISPO adalah standar keberlanjutan yang bersifat wajib bagi perkebunan kelapa sawit Indonesia. "Penguatan ISPO adalah momentum untuk meningkatkan standar keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia sampai pada tingkat yang bisa diterima dunia," kata Musdalifah.

Dalam paparannya, Joko Supriyono menegaskan bahwa dunia usaha di Indonesia berkomitmen untuk mencapai tata kelola perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan. Saat ini, dunia usaha dan pemerintah bahu-membahu bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, khususnya bagi petani (small holders).

"Alih-alih melakukan ekspansi lahan, kami berfokus pada upaya meningkatkan produktivitas tanaman," kata Joko. Ia menambahkan, di tengah tuntutan akan keberlanjutan, Indonesia tetap harus menjaga posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia.

“Tentu saja produsen minyak sawit terbesar dan paling berkelanjutan,” kata Joko. Selain dari Indonesia, dalam forum UNDP ini, juga hadir sebagai pembicara antara lain Menteri Pertanian Liberia Seklau E. Wiles, Wakil Menteri Pertanian bidang Peternakan Paraguay Marcos Medina, dan Presiden Sociedade Rural Brasil Marcelo Vieira.

Paparan Joko Supriyono mendapat sambutan yang positif dari para audiens termasuk dari UNDP (Badan PBB untuk Program Pembangunan). "Kita tahu bagaimana sektor kelapa sawit mendapat sorotan terkait isu deforestasi hingga kebakaran lahan. Kita sudah mendengar bagaimana pemerintah dan dunia usaha di Indonesia berkomitmen untuk menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan," kata Andrew Bovarnick, global head UNDP, yang menjadi pemandu diskusi.

Selain sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, pertemuan tingkat tinggi United Nations Development Program ini juga membahas isu keberlanjutan di Liberia, Paraguay, dan Brasil. 
( sindonews.com )


PT RIFAN FINANCINDO               RIFAN FINANCINDO        RIFANFINANCINDO

Kamis, 07 September 2017

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Sektor Energi

RIFANFINANCINDO - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup naik, didorong oleh sektor energi dan dibantu oleh berita tentang kesepakatan untuk memperpanjang batas utang, karena saham bangkit kembali dari aksi jual sehari sebelumnya.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/9/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,33 poin atau 0,25% ke level 21.807,64, Indeks S & P 500 menguat 7,69 poin atau 0,31% ke level 2.465,54 dan Nasdaq Composite bertambah 17,74 poin atau 0,28% ke level 6.393,31.

Wall Street dibangun berdasarkan keuntungan moderat setelah berita bahwa Presiden Donald Trump, yang berpihak pada Demokrat atas rekan-rekannya dari Partai Republik mengatakan bahwa dia setuju untuk memperpanjang perpanjangan batas utang AS sampai 15 Desember, yang berpotensi menghindari default yang belum pernah terjadi sebelumnya atas utang pemerintah AS.

Data menunjukkan aktivitas sektor jasa AS dipercepat pada Agustus di tengah kenaikan kuat dalam pesanan baru dan lapangan kerja. Sementara laporan lain hanya menunjukkan kenaikan moderat dalam defisit perdagangan pada Juli, tanda terbaru bahwa ekonomi telah mengumpulkan momentum di awal kuartal ketiga.

Survei Federal Reserve menunjukkan bahwa ekonomi AS berkembang dengan kecepatan moderat pada Juli sampai pertengahan Agustus.

Indeks S & P 500 pada Selasa telah mengalami penurunan satu hari terbesar dalam hampir tiga pekan di tengah ketegangan baru yang melibatkan Korea Utara dan badai dahsyat kedua yang terjadi di selatan AS.

"Anda memiliki kekuatan yang berlawanan seperti menjaga pasar agar tidak menembus tingkat tinggi baru, namun data fundamental tampaknya menjaganya agar tidak mogok dan menjual secara signifikan," kata Walter Todd, kepala investasi Greenwood Capital di Greenwood, Karolina selatan.

"Anda memiliki kekuatan yang saling berlawanan ini saling mendorong dan menjaga pasar dalam rentang yang sangat sempit," kata Todd.

Meskipun pada Selasa turun, Indeks patokan S & P 500 kemarin berakhir naik 15 poin dari rekor penutupan tertinggi. "Tren alami di pasar adalah membuat ketakutan pada tanda awal masalah dan kemudian bangkit kembali," kata Brad McMillan, kepala petugas investasi untuk Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachusetts.

"Begitu investor memiliki kesempatan untuk mencerna beberapa kejadian, mereka menyadari bahwa dari sudut pandang domestik, itu sama sekali tidak seburuk itu," imbuhnya.

Sektor energi naik 1,6%, kenaikan satu hari terbesar dalam dua bulan, seiring kenaikan harga minyak. Margin penyulutan global yang kuat dan pembukaan kembali kilang Pantai Teluk AS memberikan pandangan yang lebih bullish setelah penurunan tajam akibat Badai Harvey.

Keuntungan dua persen untuk saham perusahaan minyak Exxon Mobil (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) mendukung S & P 500 dan Dow Jones. Sementara, sektor keuangan naik 0,2% sehari setelah penurunan satu hari terbesar mereka sejak pertengahan Mei. Sembilan dari 11 sektor utama berakhir di wilayah positif.

Investor mencerna berita bahwa Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan, dia akan turun dari posisinya pada pertengahan Oktober, yang berpotensi mempercepat peluang Trump untuk membentuk kembali arah bank sentral.

Saham AT & T (T.N) turun 1,4% dan saham Verizon (VZ.N) turun 1,0%, menyeret Indeks S & P. T-Mobile US (TMUS.O) mengatakan akan menawarkan berlangganan gratis layanan streaming video Netflix (NFLX.O) dengan paket keluarga tak terbatas.  ( sindonews.com )


RIFANFINANCINDO                 RIFAN FINANCINDO          PT RIFAN FINANCINDO

Rabu, 06 September 2017

IHSG Dibuka di Zona Merah Buntuti Pelemehan Bursa Asia

RIFAN FINANCINDO -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka berbalik arah ke zona merah, setelah kemarin ditutup berada di zona hijau. IHSG pagi ini dibuka melemah 18,82 poin atau 0,32% ke level 5.811,16.

Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menguat dengan ketambahan 16,24 poin setara 0,28% ke level 5.829,98.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp550 miliar dengan 425 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp42 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp321,42 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp279,42 miliar. Tercatat 88 saham naik, 130 saham turun dan 57 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik Rp70 menjadi Rp350, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) naik Rp60 menjadi Rp2.060, dan PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) naik Rp55 menjadi Rp715.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp200 menjadi Rp6.575, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp7.725 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp7.150.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (6/9/2017), bursa saham Asia dibuka melorot karena investor tetap gelisah tentang Korea Utara.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,23% pada awal perdagangan karena yen menguat terhadap USD. Di Korea Selatan, Indeks Kospi tergelincir 0,27%.

Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,48% dengan penurunan 1,53% pada sektor keuangan membebani pasar yang lebih luas. Saham pertambangan dan energi membuat keuntungan moderat.

Ketegangan di Semenanjung Korea terus mendidih, dengan seorang diplomat Korea Utara mengancam bahwa negara tersebut siap untuk memberikan "paket hadiah" ke AS jika yang terakhir terus memberikan tekanan pada Pyongyang.

Korea Selatan mengatakan bahwa tes rudal lebih lanjut dapat diharapkan dari Korea Utara setelah uji coba nuklir terakhirnya pada hari Minggu kemarin. ( sindonews.com )


RIFAN FINANCINDO         RIFANFINANCINDO         PT RIFAN  FINANCINDO

 
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam blogspot kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blogspot kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.